KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Polemik 'Byar-Pret' di Tanjungpinang Buat Warga Pukul Pejabat dan Lempari Kantor PLN

Kami sudah muak akan kondisi listrik yang terus padam selama ini

Polemik 'Byar-Pret' di Tanjungpinang Buat Warga Pukul Pejabat dan Lempari Kantor PLN
Tribun BATAM/Ikhwan
Mobil Mitsubishi nomor polisi BP 8932 TB milik PLN menjadi amukan massa, Selasa (19/5/2015) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kegusaran masyarakat Tanjungpinang terhadap kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali meledak. Ratusan massa mendatangi Kantor PLN Area Tanjungpinang, Senin (16/3/2015) pagi.

Berbagai elemen masyarakat, mulai aktivis, mahasiswa dan warga jelata tumpah-ruah di depan Kantor PLN tersebut. Kantor setrum itu kemudian dihujani oleh lemparan telur dan barang-barang eletronik yang sudah tak dipakai lagi. Tak pelak, kaca-kaca dan dinding kantor pun belepotan oleh ratusan telur.

"Kami mau supaya hari ini PLN terakhir mematikan lampu. Kami sudah muak akan kondisi listrik yang terus padam selama ini," teriak Andi Cori Fatahudin, koordinator aksi unjuk rasa tersebut saat berorasi.

Andi seakan membakar semangat seluruh masyarakat yang hadir untuk mengungkapkan amarahnya kepada PLN. Disulut emosi, masyarakat spontan mengeluarkan kekesalannya. Mereka mengheluarkan berbagai makian terhadap manajemen PLN, terutama Majuddin, Pelaksana tugas (Plt) Manager PLN Area Tanjungpinang dan sekitarnya.

Awalnya, Majuddin tidak menunjukkan batang hidungnya. Namun, warga kemudian memaksanya keluar dengan berbagai ancaman anrakis bila sang manajer tak keluar. Selain itu, seluruh aksesw masuk ke gedung juga sudah diblokir massa.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita M Kumu masuk ke dalam kantor PLN berusaha membujuk orang nomor satu di perusahaan setrum pelat merah itu. Sebab, bila massa tidak ditemui, kondisi bisa bertambah buruk. Majuddin akhirnya dituntun keluar dengan kepala menunduk dan wajah tegang.

Melihat Majuddin muncul, suasana semakin tak terkendali. Dwita menyuruh anggota Sabhara bersiaga dengan tameng dan pentungan untuk mendobrak ratusan masyarakat yang hendak menyerbu Majuddin. Bentrok fisik antara masyarakat dan polisi pun tak terelakkan lagi.

Namun, koordinator massa kemudian menangkan seluruh warga agar tidak melakukan tindakan anarkis. "Kawan-kawan, jangan lempar supaya Majuddin bisa dikeluarkan. Kalau kita melempar, artinya kita melempar Pak Kapolres karena beliau sendirilah yang meminta Pak Majuddin untuk bertemu kita," kata Rio, salah seorang koordinator aksi.

Setelah masyarakat mulai bisa dihalau petugas menjauh, Majuddin pun dituntun keluar. Dia dikawal ketat oleh Kapolres Tanjungpinang, beberapa perwira polisi dan pegawai PLN. Majuddin terlihat gugup.

Dia berusaha tertawa namun raut wajahnya terlihat masam. Dia tampak memegang erat tangan polisi dan pagawainya.

"Kau keluar. Saya jamin kau tak akan dipukul masyarakat. Percaya saja pada saja," tantang Andi Cori kepada Majuddin yang masih dikawal ketat polisi.

Namun permintaan Andi tidak dikabulkan oleh aparat keamanan. Majuddin tetap keliling oleh aparat.

Awalnya Majuddin disuruh naik ke meja yang sengaja diletakkan di tengah halaman kantor PLN. Namun, karena posisi berdirinya tidak terlalu tampak, dia kemudian diminta untuk berdiri di atas mobil Sabhara.

Dia atas mobil itu, Majuddin berdiri terpaku. Dia dikawal oleh tokoh Melayu Raja Manzur Razak dan beberapa pemuda dan aparat keamanan.

Dia lalu dijadikan bahan olok-olok koordinator aksi yang disambut dengan tawa para pendemo.

"Daripada listrik mati, lebih baik kau kumatikan," teriak Nugroho, koordinator aksi yang disambut tawa.

Suara-suara sumbang para koordinator aksi ini memicu emosi pegawai PLN yang berdiri dekat mobil Sabhara. Mereka bermaksud membela pimpinannya.

Namun, upaya mereka itu langsung dicegah oleh Andi dengan ancaman. Mereka pun surut kembali.

Tak lama kemudian, Gubernur H Muhammad Sani pun tiba di Kantor PLN. Andi Cori kemudian meminta agar PLN mematikan total (black out) di seluruh Pulau Bintan selama 2x24 jam.

"Kami mau semua listrik di pulau Bintan di-black out. Suruh matikan semua listrik," kata Andi Cori kepada Majuddin.

Menurut Andi, langkah itu perlu dilakukan agar kondisi tersebut menjadi isu nasional. Dengan itu, Direktur Umum (Dirut) PLN di Jakarta bisa mengetahui bahwa listrik di Bintan adalah masalah berat.

"Biar selama dua hari kami tinggal di dalam gelap, asalkan masalah ini jadi isu nasional. Padamkan semua listrik di Pulau Bintan ini," tegas Andi lagi.

Usulan itu sempat disanggah oleh Sani. Namun, dia akhirnya mengalah ketika perwakilan masyarakat yang hadir terus mendesak agar black out diberlakukan selama 2 x 24 jam.

"Apakah tidak dipikirkan lagi usulan ini? Kalau black out selama itu bisa merugikanmasyarakat banyak. Apakah black out bisa selesaikan masalah?" kata Sani.

"Tidak Pak Gubernur. Itu dilakukan supaya jadi isu nasional," jawab Andi.

Gubernur Kepri itu tak bisa berkata banyak. Dia hanya mengangguk saja ketika Andi dan kawan-kawan menyuruh Majuddin mematikan listrik di seluruh Pulau Bintan.

Setelah aksi demo PLN, Majuddin kemudian dibawa ke Kantor Polres Tanjungpinang untuk membicarakan masalah ini. Gubernur Kepri HM Sani, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah serta perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli PLN juga hadir dalam pertemuan dengan Mahjudin, sekitar pukul 15;00 WIB.

Di Mapolres Tanjungpinang, Mahjudin kembali diminta membuat surat perjanjian pada masyarakat, yang isinya memuat lima item tentang penataan pemadaman listrik di Tanjungpinang. Penandatangan surat perjanjian yang disaksikan Kapolres Tanjungpinang.

Mahjudin berjanji, tidak akan menghidupkan listrik kantor pemerintahan di Tanjungpinang selama 24 jam dan tidak akan menghidupkan lampu jalan di Kota Tanjungpinang.

"Ketiga, Saya berjanji tidak akan menghidupkan Lampu hotel, tempat hiburan, industri selama 24 jam. Saya berjanji tidak akan melakukan penyambungan permohonan pemasangan baru," ujar Majudin dalam surat perjanjiannya yang ditandatangani di atas matrai Rp 6000 itu.

Untuk selanjutnya, Mahjudin berjanji akan melakukan pemadaman satu kali dalam satu hari dengan lama maksimal 3 jam. Pernyataan dan janji maneger PLN cabang Tanjungpinang ini, dibuat dalam mengatasi krisis dan semakin seringnya pemadaman listrik di Tanjungpinang. (Tribun Batam/tom/apr)

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved