KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Polemik 'Byar-Pret' di Tanjungpinang Buat Warga Pukul Pejabat dan Lempari Kantor PLN

Kami sudah muak akan kondisi listrik yang terus padam selama ini

1. Sani: Saya Juga Bosan Lihat Mukanya

Warga melemparkan barang elektronik ke gedung PLN Tanjungpinang saat gelar unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Krisis listrik di pulau Bintan yang sudah bertahun-tahun terjadi dan tidak pernah ada jalan keluar, tidak hanya membuat masyarakta geram. Gubernur Kepri HM Sani juga mengaku sudah kesal terhadap manajemen PLN.

Kekesalan tersebut ditunjukkan Sani saat datang ke kantor PLN Tanjungpinang untuk menemui warga yang berunjuk rasa. Kepada pendemo, Gubernur Kepri mengaku juga kesal terhadap PLN, sama seperti yang dirasakan masyarakat.

"Sebenarnya saya ini sudah bosan lihat wajah Manager PLN," kata Sani kepada pelaksana tugas (Plt) Manager PLN, Majuddin, di kantor PLN Tanjungpinang, Senin (16/3) siang. Majuddin hanya menunduk mendengar pernyataan spontan Sani tersebut.

Rasa kesal Sani itu cukup beralasan. Dia mengatakan sudah sering berbicara mengenai listrik karena ketika terlpilih menjadi Gubernur 5 tahun lalu, listrik adalah salah satu target yang hendak diselesaikannya.

Bahkan setiap hari, dia selalu berusaha berkoordinasi dengan PLN guna mengatasi krisis listrik. Namun, upayanya itu tidak ditanggapi serius.

"Kalau boleh tahu, sakitnya saya hari ini sama seperti kalian. Krisis listrik tak terjawab. Makanya saya minta PLN segera benahi, perbaiki dan gantikan yang baru supaya kita bisa nikmati pelayanan listrik yang baik," ujar Sani lagi.

Kepada masyarakat, Sani mengaku menjadi bagian dari mereka. Dia menegaskan lagi bahwa dirinya sebenarnya bukanlah seseorang suka marah. Namun, kemarin, dia akhirnya harus begitu marah kepada PLN.

"Apa pun alasannya yang disampaikan PLN, saya tidak terima. Sebenarnya ada banyak jalan yang bisa ditempuh, bukan hanya menunggu. Karena ada banyak jalan untuk atasi masalah ini," kata Sani seraya meminta agar Kantor Wilayah (Kanwil) PLN dipindahkan dari Pekanbaru ke Kepri.

Beberapa saat setelah kedatangan Sani, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah pun tiba di kantor PLN. Dia kemudian meminta Majuddin untuk meminta maaf kepada masyarakat.

"Saya minta Kanwil dibentuk di sini. Dalam waktu satu minggu, kami sudah dengar kepastian mengenai Kanwil ini. Saya menuntut harus ada kepastian, kapan memang masalah ini teratasi," kata Lis.

"Saya ini sampai ditegur oleh ibu saya, mengapa listrik ini padam terus. Saya juga ikut terganggu. Padahal dari jauh-jauh hari saya sudah ingatkan PLN terkait masalah ini. Saya tawarkan mesin genset, PLN tidak setuju. Mereka takut, mesin itu tidak terpakai saat interkoneksi listrik Batam-Bintan sudah selesai. Padahal di Batam, ada banyak mesin tak terpakai yang bisa disewa," kata Lis.

Sebagai penegasan, Lis kemudian mengajurkan agar PLN membuat jadwal pemadaman listrik secara berimbang. Jadwal pemadaman tersebut sebaiknya tidak dilakukan pada saat salat magrib atau jam-jam efektif bagi anak-anak sekolah untuk belajar.

Segala anjuran Sani dan Lis itu ditanggapi Majuddin. Ia meminta maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi selama ini.

"Semua aspirasi masyarakat sudah sampai ke pusat. Mari kita kawal bersama," ujar Majuddin yang kemudian meninggalkan kerumunan masyarakat yang belum puas dengan aksi mereka, kemarin. (Tribun Batam/tom)

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved