Saya Terbiasa Bersikap Kontroversi, Kata Jusri Sabri

"Saya selalu mengambil sikap kontroversial dan saya senantiasa siap menanggung risikonya. Itu sudah biasa. Jadi saya santai saja," ujar Yusri

Saya Terbiasa Bersikap Kontroversi, Kata Jusri Sabri
tribun/thomlimahlimahekin
Jusri Sabri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Jusri Sabri selalu saja menunjukkan sikap yang kontroversial. Sikap-sikap tersebut bahkan diakuinya sendiri.

"Saya selalu mengambil sikap kontroversial dan saya senantiasa siap menanggung risikonya. Itu sudah biasa. Jadi saya santai saja," ujar Jusri ketika ditemui pada Senin (28/12/2015) sore di kediamannya, Perumahan Gerya Permata Kharisma, Tanjungpinang, Kepri.

Pria berambut pendek itu mengaku pernah bergabung dengan kelompok aktivis '98. Dia pernah ikut dengan Sri Bintan Pamungkas dalam aksi-aksi unjuk rasa di Jakarta sekitar 96-98 silam mengkritisi kebijakan pemerintah waktu itu.

Sikap kritis itu terus dipertahankannya setelah kembali ke kota kelahirannya, Tanjungpinang.

Di kota asalnya ini, Jusri selalu terlibat dalam aksi-aksi unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Akibat sikapnya itu, dia bahkan dipenjara dan dijadikan tahanan politik.

"Kasus ini belum seberapa. Saya bahkan pernah dipenjara dan dijadikan tahanan politik. Karena saya sempat membom Kantor DPRD Kabupaten Kepri pada 2000 silam. Saya kira itu konsekuensi yang harus ditanggung akibat membela masyarakat," ungkap pria beranak dua ini.

Sebagai putra daerah, Jusri mengaku akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat di tempat asalnya.

Karena dia tidak ingin masyarakat ini menjadi korban dari kebijakan pemerintah yang tidak benar.

"Saya pernah mencalon diri sebagai calon wali kota Tanjungpinang dari partai-partai politik (Parpol) gurem. Tapi saya gagal," tegas pria yang juga menjadi kontraktor ini.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved