Pemkab Anambas Belum Bayar Transportasi Laut, Orangtua Khawatir Anak Tak Bisa Sekolah

Kalau kemudian subsidi transportasi itu ditiadakan, sebagai buruh serabutan, Umri mengaku hanya pasrah dengan kondisi itu

Pemkab Anambas Belum Bayar Transportasi Laut, Orangtua Khawatir Anak Tak Bisa Sekolah
tribun/septyanmuliarohman
Pelajar menggunakan transportasi laut yang disubsidi pemerintah kabupaten Anambas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Masalah keuangan yang dialami daerah berdampak pada transportasi laut yang biasa mengangkut anak sekolah.

Transportasi siswa yang disubsidi dengan anggaran APBD Anambas melalui anggaran BosDa ke masing-masing sekolah, hingga kini masih terhutang atau belum dibayarkan.

Sejumlah orangtua mulai khawatir dengan kondisi itu, karena anak-anak sudah mulai lagi sekolah usai libur akhir semester.

Umri, satu dari orangtua siswa ini, khawatir bila uang transportasi laut untuk mengangkut anak sekolah belum dibayarkan, akan berdampak pada nasib anak-anak mereka.

"Kami khawatir anak-anak kami bisa putus sekolah karena ketiadaaan transportasi laut itu," ujar pria berusia 56 tahun itu kepada sejumlah awak media Minggu (3/1/2016).

Warga Desa Air Nanggak Kecamatan Siantan Tengah ini menambahkan, di desa tempat ia tinggal, saat ini hanya ada Sekolah Dasar.

Kalau kemudian subsidi transportasi itu ditiadakan, sebagai buruh serabutan, Umri mengaku hanya pasrah dengan kondisi itu.

"Jujur adanya transportasi laut itu cukup membantu, terlebih dengan kondisi kami ini. Per siswanya kalau tidak salah saya dibebankan Rp 200 ribu per bulan.

Kalau pada akhirnya transportasi itu putus, kami pasrah. Kalau harus dibebankan kepada kami, mau tak mau kami harus siap, walaupun harus berhutang. Kalau untuk satu bulan mungkin masih bisa lah mencari pinjaman," ungkapnya.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved