64,9 % Warga Batam Sudah Jadi Anggota BPJS Kesehatan, Ini Daftar Penyakit yang Terbanyak Dibiayai

Jenis kasus rawat jalan tingkat pertama (RJTP) paling banyak menelan biaya yakni 1.199.908 kasus dengan biaya senilai Rp 81,098 miliar.

64,9 % Warga Batam Sudah Jadi Anggota BPJS Kesehatan, Ini Daftar Penyakit yang Terbanyak Dibiayai
tribunnews batam/leo
Layanan BPJS Kesehatan Batam di kantor Cabang BPJS Batam, Jalan Gurindam, Batam Center, Jumat (8/1/2016) pagi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepesertaan warga Batam dalam program BPJS Kesehatan cukup menggembirakan.

Dari sekitar 1,2 juta jiwa total penduduk Kota Batam, yang tercatat sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan sebanyak 64,90 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam Budi Setiawan mengatakan jumlah tersebut sudah termasuk peserta mandiri dan perusahaan.

"Memang kebutuhan untuk BPJS menurut data kami, meningkat dari bulan ke bulan sepanjang tahun 2015. Jumlah itu sudah termasuk peserta mandiri dan peserta dari perusahaan dan Jamkesda," terang Budi saat jumpa pers, di kantor Cabang BPJS Batam, Jalan Gurindam, Batam Center, Jumat (8/1/2016) pagi.

Selain Batam, tercatat pula jumlah kepersertaan Tanjungbalai Karimun yang mencapai 51,91 persen total jumlah 279 273 jiwa.

Budi mengatakan, ketercapaian kepesertaan BPJS Kesehatan yang menaungi Batam dan Karimum sepanjang 2015 melewati separuh dari jumlah penduduk yang ada di dua daerah tersebut.

Untuk kasus pelayanan dasar, jumlah kunjungan di kedua daerah dengan jenis kasus rawat jalan tingkat pertama (RJTP) sebanyak 1 199 908 kasus dengan menelan biaya senilai Rp 81,098 miliar.

Sedangkan kasus kasus rawat inap tingkat pertama RITP sebanyak 964 kasus dengan biaya Rp 201,900 juta.

Selanjutnya kasus persalinan 4 760 dengan biaya Rp 2,422 miliar, obat rujuk balik 8 351 kasus dengan biaya Rp 592,749 juta.

Sementara kasus diagnosis yang dilakukan oleh medis yang telah bekerjsama dengan BPJS di dua daerah, masing-masing kasus Chirosis Hepatis 146 kasus dengan biaya Rp 398,517 juta.

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help