Replika Menara Eifel dari Bambu di Tasikmalaya Ini Raih Rekor Dunia

Sampai Selasa (12/1/2016) siang pun, tak sedikit warga Tasikmalaya yang penasaran ingin melihat dan sekadar melakukan "selfie" di menara Eiffel terseb

Replika Menara Eifel dari Bambu di Tasikmalaya Ini Raih Rekor Dunia
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Replika Menara Eiffel berbahan bambu setinggi 35 meter dibangun di depan gerbang Komplek Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Sejak jaman dulu kala, masyarakat Tasikmalaya memang dikenal kreatif, inovatif dalam segala bidang.

Barang apa pun mampu disulap menjadi barang seni bernilai estetika tinggi.

Salah satunya dengan memanfaatkan bambu yang banyak tersebar hampir di seluruh kawasan itu.

Sesuai data dari Soekapoera Institute, pada tahun 1898 silam atau semasa kolonial Belanda, masyarakat Tasikmalaya telah mengukir sejarah dengan pembuatan miniatur menara Eiffel yang terbuat dari bambu setinggi 15 meter.

Waktu itu berselang 9 tahun setelah berdirinya Menara Eiffel di Perancis pada 31 Maret 1889 silam.

Saat itu, pembuatan replika menara Eiffel itu keinginan Pemerintah kolonial Belanda, tapi segala pengerjaannya dilakukan masyarakat Tasikmalaya.

Upaya ini merupakan salah satu bentuk perayaan bangsa-bangsa Eropa setelah terjadinya Revolusi Perancis.

Kini, sebagai upaya mengingatkan kembali masa kejayaan kerajinan bambu di masa silam, Soekapoera Institute merekonstruksi kembali megahnya miniatur menara Eiffel dengan membangun kembali replika menara itu.

Bahan yang digunakan adalah bambu. Bangunan itu dipasang di pintu masuk komplek perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Direktur Soekapoera Institute, Muhajir Salam mengatakan, terlihat antusiasme masyarakat saat acara pengenalan replika menara ini yang dirangkaikan dengan berbagai acara kirab budaya beberapa hari lalu.

Sampai Selasa (12/1/2016) siang pun, tak sedikit warga Tasikmalaya yang penasaran ingin melihat dan sekadar melakukan "selfie" di menara Eiffel tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan tujuan awal dari pembangunan replika menara Eiffel dari bambu ini bermula dari landasan dan kajian historis, yakni berdirinya miniatur miniatur menara Eiffel pada 117 tahun lalu.

Miniatur menara Eiffel ini akan didaftarkan ke Musium Rekor Indonesia (MURI) dan Guinness Book of Record sebagai replika menara Eifel berbahan bambu tertinggi di dunia, dengan ketinggian 35 meter.

Replika ini mengalahkan replika tertinggi di Belanda pada tahun 2003 lalu yang hanya setinggi 18 meter. "Ini juga sebagai bukti warga Tasikmalaya yang mampu berkreasi dan berinovasi setingkat dunia," kata Uu.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved