Mahasiswi Unrika Batam Menghilang

Polisi:"Siapa Bilang Nelly Diculik? Itukan Pengakuannya. Beri Keterangan Palsu Bisa Dipidanakan"

Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah tidak begitu saja percaya cerita penculikan Nelly, mahasiswi Unrika, Batam.

Polisi:
tribunbatam/ianpertanian
Kapolsek Batuaji Andy Rahmansyah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pengakuan Zefni Nelly, mahasiswa Unrika semester 7 Jurusan Matematika yang disekap sekelompok orang tidak dikenal di sebuah gubuk di dalam hutan Batuaji, Batam, memang seperti layaknya sinetron.

Tidak hanya itu, beberapa poin pengakuan korban kepada sanak sodara dan awak media berbeda-beda.

Seperti sebelumnya, Nelly mengaku kalau dirinya disekap di kawasan Punggur dan menyelamatkan diri dengan cara berlari melewati hutan hingga sampai di kawasan Batuaji.

Sementara pengakuan kedua dia mengatakan kalau dirinya disekap di dalam gubuk di sebuah hutan di sekitar wilayah Batuaji.

Pengakuan lainnya, saat dia mengaku berjalan dari kampus menuju apotek dengan cara berjalan kaki dan merasa sudah curiga kalau ada sebuah mobil yang membuntutinya dari belakang.

Padahal, keterangan sebelumnya dari tante Nelly, ketika itu ia diantarkan Rio, sepupunya yang tinggal di kawasan Batuaji ke apotek tersebut.

Beberapa keterangan yang berubah-ubah ini membuat pihak kepolisian curiga dengan pernyataan Nelly.

Seperti yang diungkapkan oleh Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah yang ditemui di Mapolresta Barelang usai rapat kordinasi dengan Kapolda Kepri, Kamis (14/1/2016).

"Siapa bilang dia diculik. Itukan pengakuan dari dia. Bisa saja dia mengada-ada. Memang sejauh ini saya belum sempat ke kantor tetapi menurut analisa saya, dia berbohong. Apa motif dia diculik,"sebut Andy

Menurut Andy, jikapun itu benar, pasti yang bersangkutan tidak akan seperti itu.

"Maksudnya dia sudah diperkosa ataupun sudah disiksa habis-habisan. Ini analisa awal saja. Nanti akan saya lanjutkan lagi kasus ini jika mereka kembali melapor," tambahnya.

Jika Nelly selama ini membuat keterangan palsu, menurut Andy, dia bisa saja di pidanakan pihak kepolisian.

Sebab, andai memang keterangannya palsu, sudah mengada-ada dan membuat orang menjadi panik.

"Kalau dia memberikan keterangan palsu bisa saja kita pidanakan dia,"tegasnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved