DPRD Batam Kritik Kinerja Pemko yang tak Bisa Realisasikan Hasil Reses Dewan

Anggota DPRD Kota Batam mengeritik kinerja SKPD yang dinilai tidak pernah bisa merealisasikan hasil reses dewan.

DPRD Batam Kritik Kinerja Pemko yang tak Bisa Realisasikan Hasil Reses Dewan
Tribunnews batam/anne maria
Walikota Batam Ahmad Dahlan memberikan jawaban soal penataan parkir di Batam pada rapat paripurna DPRD Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (25/11/2014). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Anggota DPRD Kota Batam mengeritik kinerja SKPD yang dinilai tidak pernah bisa merealisasikan hasil reses dewan.

Hal itu terungkap saat rapat paripurna DPRD beragendakan laporan reses pertama 2016, Selasa (19/1/2016) pagi.

"‎Kegiatan reses cuma seremonial, kita ingin ada aksi nyata, dimana reses bisa terealisasi. Kami dari fraksi Gerindra terus terang saja kecewa saat kepala Bappeko mengatakan ‎bahwa hasil reses yang diajukan ini tidak pernah kesampaian," ujar Werton panggabean dari Fraksi Partai Gerindra.

Werton menyebutkan, kritikan yang ‎disampaikan fraksinya bukan karena Gerindra merasa hebat dan mampu, namun bentuk nyata kekecewaan masyarakat yang ikut merasakan tidak ada perubahan pembangunan di daerahnya meski dewan melaksanakan reses.

"Banjir dari tahun ke tahun tidak pernah ditangani dengan baik. Sarana jalan juga hampir disetiap areal itu perlu perbaikan, khususnya jalan perumahan. Termasuk penyediaan ruang kelas baru bagi anak-anak yang terus menjadi masalah tahunan," ucap Werton.

‎Hal senada pun ikut diungkapkan Ides Madri dari fraksi partai Golkar, yang menyatakan bahwa hasil reses dewan dari fraksinya tidak jauh berbeda dengan reses-reses sebelumnya.

"Kebutuhan masyarakat masih sama, tuntutanya juga begitu. Seperti tuntutan akan pelayanan dasar dan sistem pelayanan yang belum memenuhi standar yang diinginkan masyarakat," ujar Ides Madri.

Menurut Ides, hampir di semua dapil menghendaki pembangunan RKB supaya daya tampung peserta didik dari tahun ke tahun terakomodir dan tidak menimbulkan kisruh di setiap awal tahun pembelajaran baru.‎

Selain itu, dari sisi layanan kesehatan diminta agar program BPJS disosialisasikan dengan maksimal sehingga pengurusan menjadi anggota harus lebih mudah.

"Peningkatan layanan sangat dibutuhkan masyarakat, termasuk masyarakat yang baru mau menjadi anggota BPJS," ujar Ides madri.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved