Demontrasi Warga Karimun di Kantor PLN

Listrik di Karimun Besar Kini Stabil, Pekan Depan PLN Datangkan Pembangkit Berdaya Lebih Besar

Listrik di Pulau Karimun Besar sudah mulai stabil pasca hearing atau dengar pendapat pihak PLN dengan perwakilan masyarakat serta DPRD Karimun.

Listrik di Karimun Besar Kini Stabil, Pekan Depan PLN Datangkan Pembangkit Berdaya Lebih Besar
tribun/rachtayahya
Suasana di depan kantor PLN Karimun, Kamis (7/1/2016) yang dilempari warga karena kesal dengan pemadaman listrik dalam beberapa hari terakhir 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Listrik di Pulau Karimun Besar sudah mulai stabil pasca hearing atau dengar pendapat pihak PLN dengan perwakilan masyarakat serta DPRD Karimun yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini dengan adanya mesin tambahan dengan kapasitas daya sebesar 1 MW yang baru disuplai dari Tanjungpinang deprediksi kebutuhan listrik di Pulau Karimun besar dapat terpenuhi.

"Dua malam ini untuk pelanggan umum tidak ada (listrik) mati. Beban puncak pada Minggu malam sekitar 23,5 Mw dan pantauan kita tidak ada yang dimatikan. Dapat bertahan sekitar 24,8 Mw," kata Kepala Kantor PLN Rayon Tanjung Balai Karimun Dedi Januar, Selasa (19/1/2016).

Akan tetapi hal tersebut dapat saja berubah jika kembali terjadi permasalahan teknis di PLTU.

Selain itu listrik bisa kembali byarpet jika cuaca di Pulau Karimun sedang tidak bersahabat.

"Di PLTU bisa saja terjadi pengumpulan batu bara seperti sebelumnya. Jika cuaca tetap bagus maka listrik tak akan mati lagi," kata Dedi, Senin (18/1).

Dedi menambahkan pada minggu depan alat pembangkit tenaga listrik dengan daya yang lebih besar akan kembali didatangkan dari Tanjungpinang.

Dengan adanya alat tersebut daya listrik untuk Karimun akan bertambah lagi sekitar 6 MW.

Namun menimbang resiko saat pemasangan, listrik akan dipadamkan untuk sementara waktu.

Dedi memperkirakan waktu pemasangan akan menghabiskan waktu selama satu hari.

"Untuk pengkabelan (pemasangan) maka akan dimatikan dulu karena tegangan tinggi. Daya memang harus dikosongkan. Jadwal pemadaman nanti akan kita umumkan," paparnya.

Sementara untuk penginstalan setelah pemasangan, lanjut Dedi, akan memakan waktu sekitar satu minggu.

Alat tersebut baru dapat beroperasi dengan optimal setelah penginstalan selesai.

"Dengan adanya yang 6 Mw ini dapat mengantisipasi jika PLTU yang juga 6 Mw bermasalah," tuturnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved