Pemko Tolak Hak Pengolahan Lahan Kampung Tua di Batam

Pemko Batam menolak Hak Pengelolaan Lahan (HPL) kampung tua di Batam.

Pemko Tolak Hak Pengolahan Lahan Kampung Tua di Batam
Tribun Batam
Demo warga Kampung Tua dialun-alun Engku Putri Batam Center 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Pemko Batam menolak Hak Pengelolaan Lahan (HPL) kampung tua di Batam.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Batam, Rudi, usai paripurna di Gedung DPRD Batam, Selasa (19/1).

Ia mengatakan, penolakan tersebut dimaksudkan agar dilakukan revisi terhadap HPL tersebut.

Rudi meminta agar HPL cagar budaya kampung tua saja yang diserahkan kepada Pemko, sedangkan hak atas lahan tetap kepada masing-masing warga kampung tua.

‎Rudi menyampaikan pernyataan tersebut setelah sebelumnya menggelar ‎rapat dengan rumpun khasanah warisan Batam (RKWB), membahas terkait penyerahan HPL kampung tua ke Pemko di lantai 5 Pemko Batam.

"Kita sudah menerima HPL dari lima kampung tua, dan akan menyusul tiga lagi. Tapi HPL itu bukan yang kita mau, makanya akan dikembalikan ke BP Batam. Kita kembalikan karena HPL itu tidak tepat," ujar Rudi.

Rudi menjelaskan jika HPL diserahkan ke Pemko Batam, maka lahan kampung tua itu menjadi aset Pemko Batam.

Jika menjadi aset, maka tidak mungkin bagi Pemko Batam memberikan kepada masyarakat.

"Kalau diserahkan ke Pemko, berarti menjadi aset pemerintah kota batam. Makanya kita minta lahan menjadi milik perseorangan, warga kampung tua saja. Sisanya yang jadi cagar alam itu yang diberikan ke Pemko," ucap dia.

Rudi memaparkan pihaknya ingin agar persoalan kampung tua selesai dan menjadi milik masyarakat.

Sisa lahan kampung tua yang dimiliki masyarakat secara perorangan baru dijadikan sebagai cagar budaya kampung tua.

Ia mengatakan dari HPL yang diserahkan saat ini masih secara umum.

"Di dalam HPL termasuk cagar budaya disitu dan belum dipisahkan.‎ Kalau HPL untuk cagar budaya ke Pemko baru betul. Kalau semua diserahkan ke kami itu jadi masalah, makanya kita perlu dudukkan kembali," kata Rudi. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved