Pilkada Kepri 2015

Paska-Putusan MK, Kantor KPU Kota Batam Dijaga Ketat Polisi

Setidaknya tampak dua ekor anjing pelacak dibawa polisi dan mobil water canon berjaga-jaga di kantor KPU tersebut

Paska-Putusan MK, Kantor KPU Kota Batam Dijaga Ketat Polisi
TRIBUN BATAM / LEO HALAWA
Situasi pengamanan di Kantor KPU Kota Batam di Sekupang, Jumat (22/1/2016) siang, dimana polisi membawa dua ekor anjing pelacak. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang menolak gugatan pasangan nomor urut 2 Soerya Respationo-Ansar Ahmad, Jumat (22/1/2016) siang, pengamanan di kantor KPU Kota Batam di Sekupang dijaga ketat polisi.

Setidaknya tampak dua ekor anjing pelacak dibawa polisi dan mobil water canon berjaga-jaga di kantor KPU tersebut, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diingikan di kantor penyelenggara pemilu itu.

Ketua KPU Kota Batam Agus Setiawan mengatakan, pihaknya memang sudah optimis dari awal kalau gugatan yang dilayangkan paslon Kepri Hebat ditolak MK.

Dalinya ini, katanya, sesuai Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pasal 158 ayat 1 sub huruf a kecil berbunyi 'peserta pemiliham gubernur dan wakil gubernur dapat mengajukan permohonan pembatalan hasil perhitungan suara dengan ketentuan, provinsi dengan 2 juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat paling banyak 2 persen dari penetapan hasil perhitungan perolehan suara oleh KPU Provinsi.

"Seperti dikatahui jumlah perbedaan lebih dari 2 persen. Jadi kami sangat optimis gugatan ditolak," kata Agus.

Agus mengatakan, penyelenggaraan pemilu di Kota Batam baik Pilgub dan Pilwako sudah berjalan sesuai aturan sebagimana mestinya, atas alasan ini pula sejak dini ia sudah optimis.(*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help