Perairan Batam 'Diserang' Limbah Minyak. Dendi: Itu minyak kotor. Sepertinya Sengaja Dibuang

"Itu minyak kotor, kelasnya di bawah solar. Sepertinya sengaja dibuang di tengah laut. Kita sudah ukur juga kemarin, sisanya paling sekitaran 200 an m

Perairan Batam 'Diserang' Limbah Minyak. Dendi: Itu minyak kotor. Sepertinya Sengaja Dibuang
tribunnews batam/eko setiawan
Dok-ilustrasi - Limbah minyak hitam di pantai Kawasan Berakit, Selasa (26/1/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bapedal Kota Batam sudah mengambil sampel jenis limbah yang tercecer di pinggiran pantai Tanjungpinggir.

Kepala Bapedal Kota Batam, Dendi Purnomo yang ditemui di gedung DPRD Batam, Selasa (26/1/2016) mengatakan dari hasil pemeriksaan, limbah tersebut sejenis marine fuel oil.

"Itu minyak kotor, kelasnya di bawah solar. Sepertinya sengaja dibuang di tengah laut. Kita sudah ukur juga kemarin, sisanya paling sekitaran 200 an meter lagi. Katanya hari Sabtu yang paling banyak," ucap Dendi.

Menurut Dendi, hal itu tidak bisa dicegah pihaknya. Pasalnya, limbah yang sampai di pesisir tersebut terbawa oleh angin utara.

"Kita nggak bisa lakukan apa-apa, inikan memang musimnya. Musim angin utara, jadi itu terbawa dari tengah laut ke tepi pantai. Antisipasi satu-satunya supaya tidak terjadi yah patroli di laut. Cuma kami kan tidak punya kapal patroli, yang punya yah yang institusi lain," tutur Dendi.

‎Dendi menyebutkan untuk membersihkan minyak kotor tersebut, Pemko Batam harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 60 juta dari anggaran darurat.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved