Kisah Perjuangan Warga Suku Laut Bintan Dapatkan Kartu BPJS Demi Pengobatan Anak

Tubuh Adi Hermansyah, bocah berusia 3 tahun tergolek lemas di sebuah tempat tidur, ruang unit gawat darurat (UGD) RSUP Kepri.

Kisah Perjuangan Warga Suku Laut Bintan Dapatkan Kartu BPJS Demi Pengobatan Anak
tribunnews batam/thomm
Tubuh Adi Hermansyah, bocah berusia 3 tahun tergolek lemas di sebuah tempat tidur, ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Kota Tanjungpinang, dan ditemani sang ibu, Kamis (28/1/2016) malam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Tubuh Adi Hermansyah, bocah berusia 3 tahun tergolek lemas di sebuah tempat tidur, ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Kota Tanjungpinang, Kamis (28/1/2016) malam.

Baru beberapa jam sebelumnya, dia diantar kedua orangtuanya, Fan Chai (36) dan Mariana (26), lantaran tidak bergerak dan tidak bisa berbicara lagi.

Pantauan Tribun Batam, Kamis malam, dia masih terbaring tanpa mengeluarkan suara sedikitpun di ruang unit UGD dan belum dibawa ke ruang rawat inap anak.

Posisi tidurnya miring dan menghadap ke barat.

Kepalanya sedikit mendongak dan matanya tertutup.

Pada hidung dan tangan kanannya terpasang selang.

"Selang itu berisi cairan susu. Dia belum dipasang infus,"ucap Mariana.

Seluruh tubuh bocah malang ini dibungkus dengan kain sarung bermotif kotak-kotak berwarna biru muda yang dibawa dari rumah.

Di samping tempat tidurnya, Mariana, ibunda Adi berdiri bersama sang suami dengan wajah murung.

Mariana adalah wanita keturunan Suku Laut yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga.

Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved