TribunBatam/

Sarjana Syariah Jangan Takut Geluti Bidang Advokat

"Sebagian besar lebih nyaman menjadi guru, ustadz, dosen. Padahal advokat profesi yang kian terbuka,"katanya

Sarjana Syariah Jangan Takut Geluti Bidang Advokat
tribun/aminnudin
Suasana seminar di Kampus STAI Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Kamis (4/2/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurrahman, M Tedy Rahardi menyayangkan, banyak sarjana syariah yang kurang berani menggeluti bidang advokat.

"Sebagian besar lebih nyaman menjadi guru, ustadz, dosen. Padahal advokat profesi yang kian terbuka,"katanya di seminar Advokat Hukum Syariah, Kamis (4/2/2016).

Sekitar 70-an mahasiswa program studi Hukum dan Ekonomi Syariah STAI) Sultan Abdurrahman hadir dalam seminar tersebut.

Selain Tedy, dua panelis dari KAI Kepri dihadirkan untuk memberikan perspektif baru hukum dari sudut syariah

"Perpektif syariah di sini sangat komplek. Lulusan dengan titel Sarjana Syariah (S.Sy), setelah menjalani pendidikan khusus, sesudah lulus bisa menjalankan profesi advokat, notariat, maupun mediator," ujar Tedy.

Dua panelis, Ibnu Hajar dan Sumardi Nata menegaskan, sarjana syariah lulusan perguruan tinggi Islam bisa membidangi perkara perkara pidana umum.

Bidang tersebut tak melulu mesti harus dari fakuktas hukum perguruan tinggi umum.

Agar kampus alumninya bisa mendarmabaktikan ilmunya kepada masyarakat, khususnya memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu.

"Kalau alumninya sudah banyak yang berprofesi advokat, bisa mendirikan lembaga bantuan hukum (LBH)," kata Ibnu Hajar.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help