Warga Karimun yang Melamar Kerja ke PT Saipem Harus Lampirkan Akte Lahir

Prioritas penerimaan pencari kerja (Pencaker) lokal warga Karimun menjadi isu hangat dalam rapat koordinasi tenaga kerja di Pemkab Karimun.

Warga Karimun yang Melamar Kerja ke PT Saipem Harus Lampirkan Akte Lahir
tribunnews batam/rachta yahya
Pemkab Karimun menggelar rapat koordinasi perihal tenaga kerja, Senin (15/2/2016) mulai sekitar pukul 09.30 WIB. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Prioritas penerimaan pencari kerja (Pencaker) lokal warga Karimun menjadi isu hangat dalam rapat koordinasi tenaga kerja di Pemkab Karimun, Senin (15/2/2016).

Nanang, HRD PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) mengaku isu pekerja lokal tersebut kadang membuat investor bingung.

Mengingat investor selama ini mengacu kepada Kartu Identitas Penduduk (KTP) saja untuk menandakan Pencaker tersebut adalah anak Karimun atau bukan.

“Pekerja lokal di sini maksudnya gimana gitu? Soalnya selama ini kami hanya mengacu kepada KTP. Untuk membedakan (lokal Karimun dan bukan) dengan tanda (akte) lahir, saya rasa perlu kita sepakati dulu di forum ini,” saran Nanang.

Rakor yang dipimpin langsung Bupati Karimun, Aunur Rafiq itu akhirnya menyepakati untuk membedakan pencaker asal Karimun atau bukan, lamaran musti dilengkapi dengan akte lahir khusus bagi Pencaker asal Karimun.

Selain itu, Pencaker Karimun yang sudah habis kontrak di PT Saipem juga lebih diutamakan untuk dipanggil bekerja kembali pada proyek-proyek berikutnya.

Terakhir pelamar asal Karimun yang sudah beberapa kali memasukkan lamaran dan/atau sudah pernah dites tapi tak kunjung dipanggil juga akan diprioritaskan bekerja di PT Saipem.

“Tolong databasenya nanti diserahkan kepada kami,” ujar Kadisnaker Karimun, Ir Ruffindy Alamsjah. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help