Pekerja Minta Bupati Karimun Aunur Rafiq Ambil Sikap Soal Upah Minimum Sektoral

"Maunya Bupati ambil sikap merekomendasikan angka. Itu tidak masalah menurut Undang-undang," katanya

Pekerja Minta Bupati Karimun Aunur Rafiq Ambil Sikap Soal Upah Minimum Sektoral
tribun/elhadifputra
Suasana pertemuan membahas UMS Karimun 2016 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Pengajuan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten masih belum menemukan titik temu.

Meski telah berkali-kali melakukan mediasi, namun Asosiasi Pekerja Karimun (ASPEK) dan organisasi pekerja masih bersikukuh dengan nilai yang mereka ajukan.

Pada audiensi yang digelar di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Jumat (19/2/2016), organisasi pekerja meminta UMS 2016 sebesar Rp 2.708.000.

Sedangkan Aspek mengajukan nilai UMS sebesar Rp 2.560.000.

Diketahui awalnya organisasi pekerja mengajukan nilai UMS Rp3.500.000. Setelah melakukan pertimbangan dari beberapa kali pertemuan, nilai itu turun hingga Rp 2.708.000.

Sementara itu Aspek awalnya mengajukan Rp 2.500.000 dan naik menjadi Rp 2.540.000.
Pada pertemuan kali ini Aspek kembali menaikan senilai Rp 20.000 sehingga menjadi Rp 2.560.000.

"Kita menentukan angka itu berdasarkan nilai kebutuhan. Asosiasi sendiri dasarnya apa coba?

Kita (pekerja) yang terus didorong menurunkan. Mereka mengaku tidak mampu," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMK) Karimun, Fajar.

Fajar mengemukakan, agar permasalahan ini selesai hendaknya Bupati Karimun, Aunir Rafiq dapat mengambil sikap dengan merekomendasikan nilai UMS.

"Maunya Bupati ambil sikap merekomendasikan angka. Itu tidak masalah menurut Undang-undang.

Kita sudah siapkan langkah untuk itu karena audiensi sudah tiga kali tapi belum ada kesepakatan," papar Fajar.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved