Ratusan Anak Pecahkan Rekor MURI dengan Membuat 7.000 Angpau di Nagoya City Walk Batam

Ini baru pertama kali kita adakan. penyerahan sertifikat dari MURI-nya. Saya yakin akan terpecahkan. Target kita ada 7.000 angpau yang dibuat

Ratusan Anak Pecahkan Rekor MURI dengan Membuat 7.000 Angpau di Nagoya City Walk Batam
Tribun Batam/Wahib Waffa
pemecehan rekor Muri dengan pembuatan angpau terbanyak 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebanyak ratusan anak ikut ambil bagian dalam gelaran Kid's Oriental, yakni festival pemecahan rekor MURI pembuatan angpau terbanyak di Nagoya City Walk, Batam, Sabtu (27/2/2016). Acara itu digelar oleh Dot Club dan Kodim 0316 Batam.

Suasana acara yang masih berlangsung hingga Minggu (28/2) ini, berlangsung sangat semarak. Nampak ribuan angpau menggantung di atap tempat acara. Pembuatan ampau atau proses melipat angpau ini juga kian meriah karena para anak hadir dengan didampingi orangtua maupun keluarganya.

Para ibu dengan sabar mendampingi anaknya dengan duduk lesehan seraya sibuk membantu mempersiapkan segala sesutu yang menjadi kebutuhan buah hatinya.

"Peserta yang hadir cukup banyak. Ini membuat acara semakin meriah. Kita sengaja undang mereka dari beberapa sekolah swasta yang ada di Batam. Dan ternyata mereka sangat mendukung," ujar Agus Mudjiono selaku EO penyelenggara Dot Club kepada Tribun, Sabtu (27/2/2016).

Acara melipat angpau itu di Indonesia baru digelar di Batam. "Ini baru pertama kali kita adakan. Besok penyerahan sertifikat dari MURI-nya. Saya yakin akan terpecahkan. Target kita ada 7.000 angpau yang dibuat oleh anak-anak," ujarnya lagi.

Acara itu diikuti oleh anak-anak usia TK dan SD. Mereka semua datang dengan orangtuanya. Kehangatan hubungan antara orangtua dan anak sangat terasa dalam festival tersebut.

Sambutan positif disampaikan para peserta. Orangtua peserta, ada yang menyatakan sangat mendukung kegiatan ini karena sekaligus menyalurkan hobi anaknya.

"Ini mumpung libur. Kebetulan anak juga suka menggambar. Kapan lagi bisa ngumpul dengan anak. Kita kerja sibuk tiap hari," ujar Veni yang juga warga Tionghoa itu saat mendampingi anaknya.

Walapun mereka berdesak-desakan, namun semangat melipat dan mewarnai angpau cukup terasa. Beberapa kategori dilombakan dalam acara ini, mulai dari kreasi pewarnaan terbaik hingga membuat angpau terbanyak.

Acara yang didukung penuh oleh Tribun Batam ini akan digelar selama dua hari. Setelah pembukaan dilakukan Sabtu kemarin, Minggu (28/2) ini akan dilakukan penyerahan sertifikat tanda terpecahkannya rekor Muri kepada panitia penyelenggara.

Pimpinan Dot Club, Lidya Minarni mengatakan untuk menyukseskan acara ini, pihaknya sebelumnya telah menyebarkan angpao ke 50 sekolah di Batam untuk dihias dan diwarnai oleh para siswa TK dan SD.

"Anak-anak dapat menghiasi dan mewarnai angpao bersama orangtua di rumah masing-masing. Baru nantinya dilipat sebanyak-banyaknya. Aktivitas ini tentu akan meningkatkan hubungan orangtua dan anak," ujarnya kepada Tribun.

"Kami ingin acara ini dapat memberikan manfaat bagi orang banyak, terutama bagi kota Batam," tambahnya.

Angpao sendiri bagi etnis Tionghoa tidak terpisahkan dengan datangnya Imlek. Budaya ini merupakan warisan nenek moyang yang telah berlangsung hingga kini.

Pemberian angpao kepada mereka yang berusia lebih muda di antaranya bisa diartikan sebagai penanda penambahan usia, menolak bala dan penyakit, hingga sebagai simbol doa restu yang baik orang tua untuk anak-anak dan generasi yang lebih muda. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved