Beras Raskin Kuning dan Bau, Ketua RT di Bintan: "Raskin Kadang Lebih Cocok untuk Makanan Ternak"

Rasty, Ketua RT di Teluk Bintan mengeluhkan beras miskin (raskin) yang kerap dibagikan Bulog ke warga sangat tak layak dikonsumsi.

Beras Raskin Kuning dan Bau, Ketua RT di Bintan:
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Ilustrasi beras raskin dari luar negeri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Rasty, Ketua RT di Teluk Bintan mengeluhkan beras miskin (raskin) yang kerap dibagikan Bulog ke warga sangat tak layak dikonsumsi.

"Kalau dikasih ke masyarakat yang layak dan baguslah. Raskin kadang lebih cocok untuk makanan ternak,"kata dia.

Indikator raskin yang kualitasnya tak bagus, menurutnya, beras berwana kekuning0kuningan dan berbau tak sedap.

"Makanya kubilang kebih cocok jadi makanan ternak saja,"kata dia.

Selain kualitas buruk, raskin juga kerap tak tepat sasaran.

Diakui Rasty, masih ditemukan warga yang mampu dan seharusnya tak menerima raskin, justru mendapat bagian.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Bintan Ismail mengatakan, jika ada raskin tak layak konsumsi bisa dikembalikan atau diganti yang baru.

Begitu pun jika ada orang yang berhak menerima namun tak mendapatkan jatah, raskin boleh dialihkan.

"Untuk beras tak layak ini bisa ditukar. Kemudian bila ada yang tak berhak menerima namun kebagian jatah, itu sah diganti ke penerima yang berhak,"kata dia.

Khusus penukaran raskin tak layak makan, Ketua RT setempat bisa mengajukan berita acara lalu dikoordinasikan ke kecamatan.

Begitu juga dengan pergantian penerima.

Dia menambahkan terkait jumlah raskin, untuk 2016 ini pagunya telah ditetapkan yakni mencapai 5.005 RTD. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help