Dinsos 'Cium' Banyak Pekerja Asing Ilegal di Tanjungpinang

"Jangan menyalahgunakan paspor wisata tapi justru bekerja. Begitu juga warga negara Indonesia yang akan bekerja di luar negeri,"

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mencari penghidupan di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau tak bertambah.

Selama tiga tahun terakhir, jumlah TKA yang resmi tercatat di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang hanya tujuh orang.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tanjungpinang Surjadi mengatakan, saat ini dua diantaranya bekerja di perusahaan swasta dan selebihnya bekerja sebagai rohaniawan di Vihara Batu 14 Kota Tanjungpinang.

"Tapi tidak menutup kemungkinan ada TKA lain yang ilegal," katanya, Jumat (4/3/2016).

Adapun tujuh pekerja tersebut berasal dari negara Singapura dan Malaysia.

Memang dia mengakui secara resmi, selama ini tidak ada peningkatan jumlah TKA di Kota Tanjungpinang.

Namun kedepan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penambahan seiring dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean di beberapa sektor pekerjaan.

Terkait TKA ilegal, menurutnya, banyak pihak harus bekerja sama untuk menekan tindakan tersebut.

Ia juga mengimbau perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan TKA untuk melakukan prosedur secara benar.

"Jangan menyalahgunakan paspor wisata tapi justru bekerja. Begitu juga warga negara Indonesia yang akan bekerja di luar negeri," katanya.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved