Rencana Pembubaran BP Batam

Kadin Batam Senang DK Batam Diganti Dewan Kawasan Nasional

Kadin Batam sambut positif pembentukan Dewan Kawasan Nasional (DKN) yang menggantikan Dewan Kawasan (DK) Batam.

Kadin Batam Senang DK Batam Diganti Dewan Kawasan Nasional
dok tribun/sihat manalu
Ampuan Situmeang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Kadin Batam sambut positif pembentukan Dewan Kawasan Nasional (DKN) yang menggantikan Dewan Kawasan (DK) Batam.

Pembentukan DKN yang baru ditetapkan lewat Keppres 8, tahun 2016, menggantikan Keppres nomor 18 tahun 2013 sesuai dengan rekomendasi dalam surat tim Kadin Batam pada butir keempat.

"Sebagai mitra kami sangat mengapresiasi langkah Presiden. Kami tidak tahu apakah ini jawaban langsung dari surat kami atau bukan, itu kami tidak tahu. Tapi kami pernah memberikan rekomendasi salah satunya yang bunyinya perlu merubah struktur kelembagaan DK. Agar ditetapkan presiden sesuai kapasitas dan aturan yang tertuang dalam pasal 6 dan 7 UU 36 tahun 2000 tentang perdagangan bebas dan pelabuhan bebas," tutur Dewan Pakar Kadin Batam, Ampuan Situmeang.

Ampuan menjabarkan, dengan adanya DKN, maka terjawab sudah bahwa akan ada restrukturisasi kelembagaan.

"Pertama restrukturisasi DK, selanjutnya ke depan kita nggak tahu. Tapi harusnya Keppres 8 tahun 2016 itu mengganti struktur semua yang ada di Keppres 18 itu. Inilah yang perlu kita awasi, sebab kita juga nggak tahu apakah DKN ini transisi atau apa," ucap dia.

Ampuan tidak dapat menebak-nebak apakan nantinya DKN akan ikut merubah strukturisasi di BP Batam. Namun, Kadin Batam siap untuk diajak berbicara dan diminta tanggapannya.

"Kita nggak tahu soal itu, tapi‎ yang jelasnya menurut UU nya pasal 6 dan 7, dewan kawasan yang dimaksud‎ punya tugas-tugas, salah satunya itu (merestrukturisasi BP Batam). Kalau memang mau berubah, nanti visinya seperti apa, siapa yang akan jadi kepalanya, apakah deputi-deputi yang sekarang diperlukan. Kadin akan melihat nanti bagaimana, kalau mereka memang minta masukan, kami siap," tutur Ampuan. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved