Gerhana Matahari 2016

Keluarga Shinta Saksikan Gerhana Matahari Berbekal Kacamata Untuk Las

"Bentuknya seperti bulan sabit. Cantik sekali," katanya

Keluarga Shinta Saksikan Gerhana Matahari Berbekal Kacamata Untuk Las
tribun/dewiharyati
Kacamata Las yang digunakan keluarga Shinta untuk menyaksikan gerhana, Rabu (9/3/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tak punya teropong untuk menangkap momen gerhana matahari, tak jadi masalah bagi keluarga Shinta (40), warga Bengkong Abadi.

Berbekal kaca mata hitam untuk ngelas, dia, anak, dan anggota keluarganya yang lain, cukup puas dapat menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi ini.

Memang untuk mendapat momen spesial itu, mereka harus bangun lebih pagi dari biasanya.

Sejak pukul 6.30 wib, Rabu (9/3), mereka sudah menantikan detik-detik sang mentari berubah dalam wujud yang lain.

"Tadi itu sudah bangun semua. Memang sengaja mau lihat," kata Shinta kepada Tribun.

Benar saja, sekitar pukul 7.20 wib, langit pagi yang sebelumnya terang benderang, seketika berubah menjadi gelap.

Matahari pagi yang sebelumnya sedikit menyengat kulit, pun meredup.

Ada gumpalan awan di dekatnya, untuk sekian menit, sang mentari berubah dalam bentuk yang lain.

"Bentuknya seperti bulan sabit. Cantik sekali. Memang tak penuh, karena di Batam cuma dapat gerhana matahari sebagian. Sebentar saja," ujarnya.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved