All England 2016

Lee Chong Wei Tak Percaya Ia Bisa Tersingkir di Babak Pertama All England

Pernah tiga kali menjadi juara, Chong Wei sudah mengisyaratkan All England tahun ini merupakan yang terakhir buat dirinya

Lee Chong Wei Tak Percaya Ia Bisa Tersingkir di Babak Pertama All England
AFP PHOTO/Roslan Rahman
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, membuang keringat saat sedang bertanding melawan pemain Tiongkok, Lin Dan, pada semifinal Asian Games 2014 di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan, Minggu (28/9/2014). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BIRMINGHAM - Tunggal utama Malaysia, Lee Chong Wei, tidak habis pikir bisa langsung tersingkir pada babak pertama turnamen bulutangkis All England dari pemain India, B Sai Praneeth, Rabu (9/3/2016).

Chong Wei yang pernah tiga kali menjadi juara tersingkir setelah dikalahkan Praneeth 22-24, 20-22.

Pernah tiga kali menjadi juara, Chong Wei sudah mengisyaratkan All England tahun ini merupakan yang terakhir buat dirinya.

Tragisnya, Chong Wei yang kini menempati peringkat 2 dunia kalah dari pemain peringkat 37.

Pada gim pertama, Praneeth mampu bangkit dari ketinggalan 3-11 dan 6-15 dan merebutnya 24-22.

Poin yang diperoleh Praneeth sebagian besar karena kesalahan yang dilakukan Chong Wei.

Pemain Malaysia ini kerap melakukan kesalahan dan seperti kehilangan akal menghadapi pemain India yang tampil pantang menyerah dan terus mengejar bola pengembalian lawannya.

"Saya tidak percaya dapat tersingkir pada babak pertama," kata Chong Wei.

"Padahal, saya telah mempersiapkan diri dengan baik, bahkan sebelumnya telah menjadi juara di empat turnamen."

"Mungkin saya memang terlalu memaksa diri untuk menjadi juara di sini. Saya kerap melakukan kesalahan. Saya akui, saya kaget dengan permainan Praneeth," katanya.

"Ini pelajaran yang baik buat saya. Tentu saya kecewa bisa kalah di turnamen sekelas All England. Namun, target saya saat ini tetap menjadi juara di olimpiade," lanjut Chong Wei.

Pelatih Chong Wei, Hendrawan, mencoba mengerti kekalahan yang dialami anak asuhnya.

"Tentu saja kekalahan ini sangat berarti," kata Hendrawan, juara dunia 2001.

"Semua orang berharap banyak dirinya akan mempersembahkan medali emas olimpiade pertama buat Malaysia. Kekalahan ini menunjukkan bahwa dia hanyalah seorang manusia biasa," katanya.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved