Ngaku Antar Pelanggan, Dua Sopir Angkot Dihajar Belasan Rekannya di Depan Halte Kepri Mall

Aksi pemukulan terjadi di depan halte Kepri Mall, Batam, Selasa (15/3/2016) sekitar pukul 15:00 WIB

Ngaku Antar Pelanggan, Dua Sopir Angkot Dihajar Belasan Rekannya di Depan Halte Kepri Mall
tribun/ekosetiawan
Sejumlah supir ini diamankan polisi setelah terjadi aksi sweeping terhadap sejumlah supir saat aksi demo supir angkot ke Dishub Kota Batam, Selasa (15/3/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Gara-gara tidak ikut aksi demo, Agus (30) dan Lukas (31) Sopir Angkutan Kota (Angkot) Kuning tujuang Bengkong-Muka Kuning dihajar belasan supir angkot lainya.

Selasa (15/3/2016) itu, ratusan sopir angkot melakukan aksi mogokdan melakukan aksi demo di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Batam.

Aksi pemukulan terjadi di depan halte Kepri Mall, Batam, Selasa (15/3/2016) sekitar pukul 15:00 WIB.

"Saya bilang sama mereka kalau saya sedang antar langganan. Tapi mereka tidak percaya. Bagaimana pula langganan saya diturunkan di tengah jalan, ini bukan penumpang biasa," kata Agus yang ditemui di Ruang SPK Polresta Barelang.

Menurut Agus, sebelumnya ia sempat ikut berdemo di depan kantor Dishub Batam.

Lantaran ada permintaan dari pelanggan bulanannya, akhirnya dia memisahkan diri dari rombongan sopir lain.

Sesampai di depan Halte Kepri Mall, Agus dan Lukas dihentikan sekelompok sopir angkot lainya.

Walaupun menurut Agus pintu mobil sudah ditutup pertanda tidak menarik, namun para sopir angkot yang sudah terlanjur marah malah membentak dirinya.

Dalam insiden tersebut, sekitar enam orang diamankan petugas Sabhara Polresta Barelang yang melakukan patroli.

Mereka langsung digelandang ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan.

Yofi, salah satu pelaku yang diamankan mengatakan dirinya tidak pernah memukul pelaku.

Memang ada perkelahian disana saat Sweeping dilakukan para sopir angkot yang protes.

"Dia itu tidak mau ikut demo sama kami. Kalau mau antar pelanggan, kami juga punya pelanggan. Kami saja nggak narik dari tadi, sama-sama lah kita," sebut Yofi.

Lukas yang menjadi korban dalam pemukulan tersebut berencana tidak akan memperpanjang kasus ini walaupun sudah sampai ke pihak kepolisian.(*)

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved