Sony Ambil Alih Perusahaan Joint Venture Milik Michael Jackson Senilai Rp1 Triliun

Sony mengambil alih “kerajaan” Michael Jackson di Sony/ATV Music Publishing sebesar US$750 juta atau hampir Rp1 triliun.

Sony Ambil Alih Perusahaan Joint Venture Milik Michael Jackson Senilai Rp1 Triliun
Istimewa
Michael Jackson 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Sony mengambil alih “kerajaan” Michael Jackson di Sony/ATV Music Publishing sebesar US$750 juta atau hampir Rp1 triliun. Demikian dilansir CNN, pada Selasa (15/3/2016).

Sony/ATV adalah perusahaan joint venture yang dibangun Sony Music Entertainment, bersama sang musisi yang juga dikenal dengan nama Jacko, dua dekade silam.

Sony/ATV mengatur penggunaan musik dan lirik milik sederet musisi, antara lain The Beatles, Taylor Swift, Lady Gaga, Beyonce, untuk keperluan komersil radio, televisi dan film.

Mad Men, serial drama yang ditayangkan saluran kabel AMC, misalnya, dikabarkan membayar US$250 ribu atau setara Rp3,3 miliar untuk menggunakan lagu Tomorrow Never Knows milik The Beatles dalam episode yang ditayangkan pada 2012.

Semasa hidupnya, Jackso dikenal sebagai orang pertama yang memberikan nilai bagi penggunaan hak atas karya populer. Ia rela menggelontorkan dana US$41,5 juta demi mengakuisisi katalog ATV.

John Branca dan John McClain, wakil pelaksana “kerajaan” Jacko, menyebut upaya pembelian katalog ATV yang berisi karya penyanyi asli sebagai "salah satu investasi cerdas dalam sejarah musik."

"Transaksi ini memungkinkan kami untuk melanjutkan upaya untuk memaksimalkan nilai ‘kerajaan’ Michael untuk kepentingan anak-anaknya," kata Branca dan McClain Sebagaimana dilansir CNN.

“Hal ini sekaligus menegaskan kejeniusan dan visi Michael dalam berinvestasi di industri musik,” kata kedua John yang masing-masing berprofesi sebagai pengacara dan eksekutif musik.

Kini, pengawasan perusahaan sepenuhnya di tangan Sony—tapi tidak termasuk master rekaman Jacko. Keuntungannya diberikan kepada istri, Katherine, dan ketiga anaknya, Prince, Paris dan Blanket.

Jacko membeli ATV Music Publishing dari pengusaha kelahiran Afrika Selatan Robert Holmes, pada 1985. Satu dekade kemudian, ia menggabungkan usahanya (joint venture) dengan Sony.

Jacko mengaku belajar bisnis musik dari Paul McCartney. Personel The Beatles ini mendirikan Northern Songs Ltd, pada 1963, serta membeli hak cipta lagu-lagu Buddy Holly, juga seniman klasik lain.

Paul tak sendirian membangun “kerajaan” bisnisnya, melainkan mengajak serta Dick James, Brian Epstein dan John Lennon. Saat Northern Songs Ltd tutup pada 1995, Jacko jadi sang penyelamat.

Jacko meninggal di usia 50 tahun, pada 2009. Namun karya sang Raja Pop tetap abadi. Salah satunya, lagu Love Never Felt So Good dibuat versi anyar oleh Justin Timberlake dan dirilis pada 2014.(*/cnn)

Berikut Video Musik Jacko yang dibawakan oleh Justin Timberlake

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help