Sunarno Tak Percaya Ayahnya Mengakhiri Hidup dengan Gantung Diri

Di kamar jenazah RSUD, airmata Sumarno masih tak terbendung

Sunarno Tak Percaya Ayahnya Mengakhiri Hidup dengan Gantung Diri
tribun/elhadifputra
Jenazah Sarmun dibawa setelah diturunkan dari gantungan yang mengakhiri hidupnya, Rabu (16/3/2016) sore. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Sumarno tak kuasa menahan menahan air matanya.

Pria yang bekerja di PT MOS itu tak pernah menyangka hidup ayahnya, Sarmun (65), berakhir dengan gantung diri.

Dengan masih memakai pakaian kerjanya, Sumarno dibawa polisi untuk ikut mengangkut jenazah ayahnya ke RSUD menggunakan mobil patroli Polsek Meral.

Di kamar jenazah RSUD, airmata Sumarno masih tak terbendung.

Peristiwa gantung diri pada Rabu (16/3/2016) sore ini menggemparkan warga RT 03/RW 03, Wonosari, Kecamatan Meral.

Kejadian itu pertama kali diketahui istri ketua RT, Rosyatim sekitar pukul 16.30 WIB.

Rosyatim yang hendak memetik sayur, terkejut melihat Sarmun yang tergantung.

Wanita itu pun berteriak memanggil warga lainnya.

"Istri saya memang biasa ngambil sayur di kebun itu. Mbah Sarmun yang nanam di kebun tersebut," kata Ketua RT 03, Suryanto.

Menurut seorang tetangga korban, Komarudin, Sarmun merupakan warga yang baik dan tinggal bersama anak, menantu dan dua cucunya.

Komarudin menyebutkan, Sarmun pernah mengalami penyakit sesak nafas, bahkan beberapa kali Ia harus berobat karena sakitnya tersebut.

"Dua tahun lalu dia pernah pulang ke Jawa tempat istrinya, tapi katanya nggak betah, jadi balik lagi kesini," kata Komarudin.

Sekitar pukul 17.30 WIB aparat kepolisian membawa jenazah Sarmun ke RSUD untuk divisum. Namun belum diketahui apa penyebab Sarmun gantung diri.

"Sekarang kita belum tau penyebabnya," kata Kanit Reskrim Polsek Meral, Hendriansyah di lokasi kejadian. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved