Anggota MPR-RI Dwi Ria Latifa Sosialisasi Empat Pilar Negara ke Warga Karimun

Anggota DPR/MPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kepri, Dwi Ria Latifa, melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan RI di Wonosari, Karimun.

Anggota MPR-RI Dwi Ria Latifa Sosialisasi Empat Pilar Negara ke Warga Karimun
tribunnews batam/elhadif
Anggota DPR/MPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kepri, Dwi Ria Latifa (temgah) melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan RI di Wonosari, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kamis (18/3/2016) malam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Anggota DPR/MPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kepri, Dwi Ria Latifa, melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan RI di Wonosari, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kamis (18/3/2016) malam.

Keempat pilar tersebut adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Wanita yang akrab disapa Ria itu mengatakan, setiap anggota MPR RI saat ini diwajibkan turun ke dapilnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi tersebut ke masyarakat.

Hal ini dikarenakan rasa dan nilai kebangsaan di masyarakat dirasa telah mulai terkikis.

"MPR melihat perlu kembali menanamkan empat pilar ini karena secara nasional rasa dan nilai kebangsaan ini telah terkikis. Apa yang dicita-citakan pendiri bangsa sudah memudar dan semakin jauh. Mulai terjadi pergesekan antara suku-suku bangsa yang kita ini adalah bhineka tunggal ika," ujar Ria.

Dicontohkan Ria, baru-baru ini seorang artis dangdut tanpa tekanan menyebutkan waktu proklamasi adalah pada 32 Agustus subuh dan lambang sila keempat Pancasila adalah bebek nungging.

"Menurut saya ini mengerikan karena telah mempermainkan apa yang sudah diperjuangkan pendiri-pendiri bangsa," ungkap Ria.

Selain itu diakui anggota legislatif dari fraksi PDI Perjuangan ini, Provinsi Kepri yang berada di wilayah perbatasan sangat sulit untuk membendung pengaruh buruk dari luar.

Ia menyebutkan Kepri termasuk wilayah terbesar dalam peredaran narkoba, traficking dan pelecehan seksual.

"Selain sosialisasi cara yang terbaik lainnya adalah memasukkan secara ketat mengenai nilai serta sejarah kebangsaan ke dalam kurikulum sekolah," katanya.

Pada kesempatan ini Ria juga menerima aspirasi dari masyarakat yang hadir. Wanita asal Karimum ini juga sempat memberikan bantuan untuk pembenahan mesjid dan TPQ di Wonosari. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved