Walikota Batam: Dengan Pertalite, Perjalanan Dinas Pegawai Bisa Lebih Panjang

"Jadi kalau semula cuma bisa mutar sekali saat bekerja, bisa jadi dua kali. Nggak ada masalah pakai ini (pertalite), karena ini bukan bensin subsidi,"

Walikota Batam: Dengan Pertalite, Perjalanan Dinas Pegawai Bisa Lebih Panjang - peluncuran-bahan-bakar-minyak-jenis-pertalite-di-spbu-samping-bcs_20160324_213000.jpg
Tribun Batam/Argianto
Peluncuran bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU samping BCS Mall
Walikota Batam: Dengan Pertalite, Perjalanan Dinas Pegawai Bisa Lebih Panjang - peluncuran-bahan-bakar-minyak-jenis-pertalite-di-spbu-samping-bcs-mall2_20160324_213007.jpg
Tribun Batam/Argianto
Peluncuran bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU samping BCS Mall
Walikota Batam: Dengan Pertalite, Perjalanan Dinas Pegawai Bisa Lebih Panjang - peluncuran-bahan-bakar-minyak-jenis-pertalite-di-spbu-samping-bcs-mall-3_20160324_213100.jpg
Tribun Batam/Argianto
Peluncuran bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU samping BCS Mall

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, secara resmi masuk ke Batam. Peluncuran Perdana varian bahan bakar baru tersebut dilaksanakan di SPBU 14.294.742 Baloi (samping BCS mal), Kamis (24/3/2016) pagi.

Berslogan pertalite melaju lebih jauh, bahan bakar dengan Research Octan Number (RON) 90 ini, dilepas dengan harga Rp 7.700 per liter.

Saat ini, dari 35 SPBU yang ada di Batam, 10 diantaranya siap memasarkan produk yang dikenal lebih ramah lingkungan tersebut.

Marketing Branch Manager Pertamina Kepri, Doni Indrawan mengatakan produk pertalite hadir sebagai upaya pertamina membantu pemerintah, dalam hal ketahanan energi.

Pertalite yang merupakan bahan bakar non subsidi itu disebut mempunyai kualitas yang sangat baik.

"Subsidi untuk energi sekarang ini sudah jauh menurun. Dari total Rp 100 triliunan untuk subsidi energi, sekitar Rp 63 triliun untuk BBM. Sisanya subsidi listrik. Pertalite juga sudah digunakan oleh negara-negara tujuan impor kita, mereka semua sudah memakai bensin dengan RON 90, sudah pasti kualitas lebih baik dari premium," ujar Doni.

Setiap kendaraan yang menggunakan pertalite menurut dia akan lebih hemat, dan di sisi lain lebih baik untuk mesin kendaraan. "Itu karena Oktannya sudah tinggi, dan ramah lingkungan," ujar Doni.

Doni menyebutkan Pertamina menargetkan 10 persen penggunaan premium dapat beralih menggunakan pertalite.

"Kami harapkan dari realisasi penggunaan premium itu, 10 persennya pindah ke pertalite. Tahun 2015, realisasi penggunaan premium di Kepri mencapai 358 juta liter, dan 282 juta liter pengguna di Batam. Sementara solar, realisasinya 120 juta liter, ini sangat terkontrol berkat fuel card," tutur Doni.

Pemakaian pertalite juga dijamin tidak akan disalahgunakan karena merupakan varian non subsidi.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved