Bensin Kembali Langka di Tarempa, Warga Khawatir Penimbunan Terjadi Lagi

Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium kembali sukar ditemukan di Ibu Kota Kabupaten Anambas, Tarempa.

Bensin Kembali Langka di Tarempa, Warga Khawatir Penimbunan Terjadi Lagi
Tribunnews Batam/Ian Sitanggang
Ilustrasi bensin 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium kembali sukar ditemukan di Ibu Kota Kabupaten Anambas, Tarempa.

Beberapa pedagang yang biasa menjual bensin dalam botol ukuran 1,5 liter tak lagi menjual dagangannya.

Kondisi ini tentu dikeluhkan warga.

"Iya, sudah beberapa hari ini bensin susah ditemukan. Hilang seperti ditelan bumi. Bensin di motor pun sudah mau habis juga. Kalau seperti ini, susah mau gerak," ujar Herman, warga Tarempa, Kamis (31/3/2016).

Amran, warga lainnya, juga mengeluhkan hal yang sama.

Hanya saja ia masih cukup beruntung karena bensin di tangki motornya masih terisi lumayan banyak.

Kedua warga ini mengaku khawatir kelangkaan bensin di Tarempa bisa kembali membuat warga menyimpan bensin dalam jumlah banyak.

"Saya sempat beli tiga botol untuk motor saya. Satu hari setelah itu, bensin mulai susah ditemukan. Kawan-kawan pun tadi cerita kesulitan ‎juga mencari bensin ini. Kalau bisa, secepatnyalah kembali normal bensin ini. Saat ini kan sudah bagus, tak ada lagi yang antre panjang seperti kemarin-kemarin itu,"ungkapnya.

‎Terkait kelangkaan bensin ini sudah didengar Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra.

Ditemui usai menghadiri acara di BPMS Tarempa, ia mengatakan, bensin dalam waktu dekat ini diperkirakan akan masuk ke Tarempa.

"Dari laporan yang masuk ke saya, dalam waktu ‎dekat ini akan masuk. Saya mohon bersabar, sambil menunggu kapal pengangkut minyak itu masuk ke Tarempa," ujarnya.

Sementara itu, Yunizar selaku Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kepulauan Anambas yang dikonfirmasi juga membenarkan hal ini.

"Kapal pengangkut lagi di Natuna. Diperkirakan, dalam beberapa hari kedepan Insya Allah normal‎. Perjalanan lebih kurang belasan jam juga," ujarnya usai menghubungi APMS tersebut.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved