Kapal Indonesia Dibajak di Laut Filipina

Ancaman Abu Sayyaf: Sampai 8 April Tidak Diberi Rp15 M, 10 WNI akan Dibunuh

Kelompok Abu Sayyaf mengancam akan membunuh 10 WNI jika tidak memenuhi permintaan mereka sampai tanggal 8 April 2016 mendatang.

Ancaman Abu Sayyaf: Sampai 8 April Tidak Diberi Rp15 M, 10 WNI akan Dibunuh
ibtimes
Gerilyawan Abu Sayyaf 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki hari keenam penyanderaan sepuluh orang Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk satu diantaranya warga Batam, Peter Tonsen Barahama, oleh kelompok Abu Sayyaf, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyebut upaya negosiasi pembebasan terus menerus dilakukan.

Sebab, kelompok Abu Sayyaf mengancam akan membunuh 10 WNI jika tidak memenuhi permintaan mereka sampai tanggal 8 April 2016 mendatang, yaitu tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.

"Karena itu kami akan negosiasi terus. Ini kan masih 8 hari waktu kita," ujar Sutiyoso.

Sutiyoso mengatakan, negosiasi tersebut merupakan bagian dari upaya pembebasan sandera.

Sebab, Pemerintah Indonesia tidak ingin ada korban dari 10 WNI yang disandera tersebut.

"Sekali lagi, keselamatan sandera adalah prioritas utama," kata Sutiyoso.

Pada kesempatan tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menilai wajar adanya penolakan dari pemerintah Filipina yang menolak menerima bantuan militer Pemerintah Indonesia dalam rangka pembebasan 10 ABK WNI yang disandera kelompok garis keras Abu Sayyaf.

Menurut Sutiyoso, penolakan tersebut karena Filipina memiliki harga diri dan kepercayaan terhadap militernya sendiri yang mampu membebaskan para sandera tersebut. (*)

Editor: Sri Murni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help