Kasus Dugaan Korupsi Bansos di Batam

Modus Dugaan Korupsi Bansos di Kesbangpol Batam: Dari Serba Fiktif sampai Praktik Cincai-Cincai

Tim penyidik kembali membidik penggunaan dana Bansos di bidang keorganisasian yang disalurkan melalui Kesbangpol Batam senilai Rp 1 miliar lebih.

Modus Dugaan Korupsi Bansos di Kesbangpol Batam: Dari Serba Fiktif sampai Praktik Cincai-Cincai
IStimewa
Ilustrasi Korupsi dana bansos 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, mulai menemukan tindakan melawan hukum pada beberapa SKPD Pemko Batam yang terindikasi kuat masuk dalam pusaran dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2011-2012 senilai Rp 66 miliar.

Meski telah mentapkan tersangka dalam kasus korupsi Bansos, tim penyidik terus mengembangkan penyidikan.

Aspidsus Kejati Kepri, N Rahmat, mengatakan, terkait penyelewengan dana Bansos yang dilakukan timnya bukan hanya pada satu SKPD.

Selain menemukan tindakan melawan hukum pada penggunaan dana Bansos di PS Batam dan sejumblah TPQ, kini tim penyidik kembali membidik penggunaan dana Bansos di bidang keorganisasian yang disalurkan melalui Kesbangpol Batam senilai Rp 1 miliar lebih.

Penyaluran dana Bansos melalui Kesbangpol Pemko Batam, diduga paling banyak dibandingkan SKPD yang menggunakan dana Bansos.

‪Rahmat menambahkan, dana paling banyak dikucurkan kepada perorangan.

Pengucuran dana kepada perorangan dilakukan dengan cara penyerahan proposal terlebih dahulu.

Proposal ini masuk ke bagian Kesbangpol, selanjutnya diverifikasi oleh beberapa SKPD.

Setelah lolos verifikasi, baru dana dikirim melalui rekening.‬

Rahmat membeberkan, uUntuk kasus dana Bansos Batam, modus yang dilakukan adalah kegiatan fiktif.

Halaman
123
Penulis: Aprizal
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help