Sidak Bangunan Berbahaya di Pelantar KUD, Walikota Tanjungpinang: Sikat 'Centeng' Pasar

Nanti Satpol PP dibantu kepolisian dan Marinir. Negara kita negara hukum, tak ada 'centeng-centengan',"

Sidak Bangunan Berbahaya di Pelantar KUD, Walikota Tanjungpinang: Sikat 'Centeng' Pasar
Tribun Batam/M Ikhwan
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat sidak pelantar KUD 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah melakukan blusukan ke Pelantar KUD Tanjungpinang. Hal tersebut sengaja dilakukan Lis untuk melihat beberapa bangunan liar di kawasan Pelatar KUD dan pasar ikan Tanjungpinang, Selasa (5/4/2016).

Hal tersebut juga sebagai respon dari keluhan warga terhadap keberadaan bangunan liar yang mengganggu dan membahayakan keselamatan di lokasi tersebut.

Diantara bangunan liar yang menjadi sorotan yaitu bangunan semacam rumah panggung di pintu masuk pasar ikan. Informasinya, bangunan tersebut sudah dibangun sejak lama.

Satpol PP juga sudah berkali-kali memberikan peringatan namun tak digubris. Bangunan tersebut tetap berdiri kokoh.

Informasi yang beredar dikalangan masyarakat petugas Satpol PP takut untuk melakukan penertiban karena harus berhadapan dengan 'centeng' (beking dan penjaga,red) di kawasan pasar tersebut.

"Ini bangunannya berbahaya. Jadi kita sudah beri peringatan beberapa kali. Kamis ini (mendatang) akan kita bongkar. Nanti Satpol PP dibantu kepolisian dan Marinir. Negara kita negara hukum, tak ada 'centeng-centengan'," kata Lis.

Saat melakukan peninjauan, hadir bersama Lis, Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian P. Siagian dan Komandan Bataliyon Marinir Pertahanan Pangkalan Tanjungpinang Mayor Marinir Tri Haryanto.

Selain itu beberapa pejabat dan pegawai SKPD di Lingkungan Pemko Tanjungpinang, Dirut BUMD dan personil kepolisian serta marinir juga turut dalam peninjauan tersebut.

Pembongkaran bangunan tersebut, kata Lis, harus dilakukan karena bangunan di muka pasar ikan tersebut konstruksinya tidak terjamin.

Selain itu juga mengganggu lokasi parkir dan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Ini konstruksinya berbahaya bagi keselamatan warga. Harus dibongkar. Peringatan sudah beberapa kali kita layangkan," katanya.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help