Ini Cerita Sony Dwi Kuncoro Usai Juara di Singapura Super Series 2016 dan Istri di Kursi Pelatih

Melalui akun Facebook miliknya, Sony menggariskan lagi keinginannya yang kuat untuk tetap bertahan

Ini Cerita Sony Dwi Kuncoro Usai Juara di Singapura Super Series 2016 dan Istri di Kursi Pelatih
badmintonindonesia.org
Sony Dwi Kuncoro dan istri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Setelah kemenangannya di Singapura Terbuka Super Series, Sony Dwi Kuncoro menggariskan lagi tekadnya untuk tetap bertahan di lapangan sebagai pemain.

Sony yang telah berusia 31 tahun mengaku, usia bukan halangan baginya untuk terus berprestasi.

"Melihat pemain-pemain lain, seperti Lin Dan dan Lee Chong Wei, serta para pemain lain seumuran, merupakan inspirasi buat saya," kata Sony.

"Saya pernah berada di tingkatan yang sama dengan mereka, bahkan mungkin lebih baik. Jika mereka (masih) bisa, mengapa saya tidak? Jika kita mau bekerja keras, selalu ada kesempatan," kata Sony.

Ini merupakan gelar kedua buat Sony di Singapura Terbuka setelah ia meraihnya pada 2010 lalu.

"Sudah lama saya tidak menjuarai turnamen Super Series. Sejak tak lagi di pelatnas, sepertinya saya sulit bertanding di tingkat Super Series karena sulit harus bertanding dari tingkat kualifikasi," katanya.

Di Singapura, Sony memang harus merangkak dari babak kualifikasi dan mampu mengalahkan nama-nama besar, seperti Anthony Ginting, Wang Zhengming, dan Lin Dan pada babak semifinal.

Akhirnya, Sony mampu menjadi juara dengan mengalahkan pemain Korea, Son Wan Ho, pada babak final.

"Pertandingan terberat adalah saat menghadapi Wang Zhengming dan kemudian harus bermain rubber game menghadapi Lin Dan.

Sangat melelahkan. Namun setelah menang melawan Lin Dan, saya justru menikmati permainan dan mampu tampil terbaik," katanya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved