Peredaran Uang Logam di Kabupaten Kepulauan Anambas Minim

minimnya peredaran uang logam ini bahkan sempat didiskusikan dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris.

Peredaran Uang Logam di Kabupaten Kepulauan Anambas Minim
Istimewa
Ilustrasi Uang koin 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Minimnya peredaran uang logam di Anambas, menjadi fokus perhatian Bank Indonesia di Provinsi Kepri yang tengah melakukan kunjungan kerja.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, minimnya peredaran uang logam ini bahkan sempat didiskusikan dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris.

‎Informasi mengenai minimnya uang logam itu pun, diakui Gusti sudah masuk ke pihaknya.

Ia pun mengaku akan mencoba mengecek kepada pihak perbankan di Anambas mengenai hal ini.

Menurutnya, Bank Indonesia mempunyai tugas pokok untuk menjamin ketersediaan uang secara cukup.

Penggunaan mata uang Rupiah di Indonesia pun, menurutnya telah diatur pada Undang-Undang mata uang.

Sanksi tegas pun, menurutnya telah diatur bagi warga negara Indonesia yang menolak pembayaran uang Rupiah untuk transaksi di Indonesia.

"Pernah diskusi, ternyata cukup banyak pedagang yang tidak mau mengembalikan dengan uang kecil. ‎Uang Rupiah sudah ada UU mata uang yang mengatur. Warga negara tidak boleh menolak pembayaran uang rupiah. Sanksi pidananya ada itu, namun mengenai detailnya saya kurang ingat," ujarnya Kamis (28/4/2016).(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help