Murai Batu Hasil Penegahan Stasiun Karantina Pertanian Karimun Dimusnahkan

Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun melakukan pemusnahan barang bukti kasus penyelundupan hasil penegahan

Murai Batu Hasil Penegahan Stasiun Karantina Pertanian Karimun Dimusnahkan
Tribun Batam/Rachta Yahya
Pmusnahan barang bukti hasil Penegahan di Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun melakukan pemusnahan barang bukti kasus penyelundupan hasil penegahan, untuk periode Agustus 2015 hingga Mei 2016 di Kapling, Kecamatan Tebing, Rabu (18/5/2016).

Barang bukti tersebut, mayoritas berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari tanaman yang tergolong media pembawa organisme pengganggu tumbuhan Karantina atau OPTK.

Seperti tanaman hias sebanyak lima batang asal Malaysia, tanaman herbal atau yang disebut medicional life plants jenis daun Afrika sebanyak 13 batang asal Singapura, Longan 6 batang asal Malaysia, Aglamnema satu batang asal Malaysia, bibit pisang dan manggis.

Selain itu juga dimusnahkan hama penyakit hewan Karantina atau HPTK.

Barang bukti lainnya, seekor burung Murai Batu asal Malaysia, seekor ayam Bangkok asal Malaysia, dan dua ekor kelinci asal Malaysia, dan lainnya.

Kepala SKP Kelas II Tanjungbalai Karimun melalui Kabid Pengawasan dan Penindakan, Nuraini Siregar mengatakan barang bukti tersebut diamankan untuk kemudian dimusnahkan, dikarenakan saat dibawa masuk ke Karimun tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 1993 perihal lalu lintas komoditas pertanian baik hewan maupun tanaman harus dilengkapi dokumen kesehatan dari negara asal.

“Selain itu, juga harus mendapat persetujuan dari Kementerian Pertanian dan melaporkannya kepada petugas Stasiun Karantina Pertanian Karimun,” terang Nuraini.

Perempuan yang biasa disapa Ainun itu juga mengatakan pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di dalam mesin incenerator bagi barang bukti berupa daging dan tanaman.(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved