Di Jakarta, Memodifikasi Pelat Nomor Kendaraan, Siap-siap Kena Tilang

"Bagi yang melanggar akan dikenakan Pasal 280 UU yang sama, yakni denda paling banyak Rp 500.000 atau kurungan dua bulan," ujar Budianto

Di Jakarta, Memodifikasi Pelat Nomor Kendaraan, Siap-siap Kena Tilang
twiter polda metrojaya
Polisi menilang sebuah kendaraan yang memodifikasi nomor kendaraannya di Jakarta 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Membuat kendaraan makin enak dilihat atau nyaman, dengan sentuhan modifikasi memang tidak dilarang. Semua diperbolehkan asal sesuai dengan peraturan.

Namun ada modifikasi yang dilarang, yakni mengubah tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) alias pelat nomor yang tidak sesuai dengan ketentuan aturan dari pihak Polri.

Menurut AKBP Budiyanto, Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, setidaknya terdapat tujuh poin penggunaan TNKB yang tidak sesuai dengan peraturan Polri.

"Setiap orang, yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak dipasangi pelat nomor sesuai dengan yang ditentukan, akan ditindak polisi," kata Budianto kepada Otomania beberapa waktu lalu.

Budianto melanjutkan, mengacu pada Pasal 68 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kendaraan bermotor wajib menggunakan TNKB yang memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

"Bagi yang melanggar akan dikenakan Pasal 280 UU yang sama, yakni denda paling banyak Rp 500.000 atau kurungan dua bulan," ujar Budianto.

Pengguna kendaraan, baik roda dua maupun empat, lebih disarankan menggunakan pelat nomor biasa yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian saat kali pertama membeli kendaraan.

Jika bagian itu sudah dimodifikasi, pengguna kendaraan siap-siap kena tilang.

Berikut ketentuannya

1. TNKB yang hurufnya diatur, angka diubah supaya terbaca, angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama.

Halaman
12
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help