Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Tanjungpinang Deklarasi Tolak Komunisme dan Radikalisme

Sebanyak 200 mahasiswa dan pelajar Kota Tanjungpinang mendeklarasikan diri menolak paham komunisme dan radikalisme.

Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Tanjungpinang Deklarasi Tolak Komunisme dan Radikalisme
tribunnews batam/m ikhwan
Mahasiswa Tanjungpinang bubuhkan tandatangan di spanduk menolak komunisme dan radikalisme, Sabtu (21/5/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Sebanyak 200 mahasiswa dan pelajar Kota Tanjungpinang mendeklarasikan diri menolak paham komunisme dan radikalisme.

Deklarasi tersebut disejalankan dengan seminar kebangsaan yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa di aula SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Sabtu (21/5/2016).

Pembacaan naskah deklarasi yang berisi empat sikap pemuda dan pemudi Tanjungpinang itu dipimpin Sekretaris Komunitas Bakti Bangsa Kepri, Hartinah Dhika Restu yang diikuti  para peserta seminar dan pembicara.

Selain menolak paham komunisme dan radikalisme, deklarator juga mendesak seluruh aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan upaya pencegahan paham terorisme masuk ke Indonesia khusunya Kepri.

"Paham komunisme dan radikalisme tidak boleh ada di bumi nusantara. Kami desak aparat penegak hukum menindak tegas organisasi atau pribadi yang menganut paham tersebut," ujar Dhika.

Selanjutnya peserta dan nara sumber juga membubuhkan tandatangan di atas kertas dan sepanduk sebagai bentuk pernyataan sikap penolakan terhadap paham tersebut.

Kepala Kesbangpolinmas Kepri Dr Syafri Salisman, salah satu nara sumber dalam seminar tersebut, mengatakan gerakan komunisme merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia, karena itu harus diwaspadai.

"Gerakan komunis ini semakin nyata, menyusup dalam berbagai sektor kehidupan. Ini perlu diwaspadai," ujarnya.

Dalam seminar memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional tersebut dia menjelaskan penganut paham komunis berdasarkan sejarah hingga perkembangan saat ini, tidak memiliki agama.

Dalam catatan sejarah, terdapat puluhan kasus pembantaian yang dilakukan PKI terhadap umat Islam.

"Sejarah jangan dikaburkan. Sisi kelam ya harus dibuka secara jelas,"katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved