Bursa Wakil Gubernur Kepri

Beda Pedapat Soal Pencalonan Wakil Gubernur Kepri, Koalisi Partai Pengusung 'Pecah Kongsi'

Pecah kongsi itu bermula saat partai Demokrat mengambil kebijakan sendiri untuk membuat penjaringan calon dan membuka pendaftaran.

Beda Pedapat Soal Pencalonan Wakil Gubernur Kepri, Koalisi Partai Pengusung 'Pecah Kongsi'
Istimewa
Pimpinan Empat Partai Koalisi Pengusung mengajukan nama Aluan dan Iman di DPP masing-masing 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Perebutan kursi calon Wakil Gubernur Kepri, kian memanas.

Beda pandangan mengenai mekanisme pemilihan calon Wakil Gubernur Kepri pun menyebabkan partai-partai koalisi pengusung, mengalami 'pecah kongsi'.

Pecah kongsi itu bermula saat partai Demokrat mengambil kebijakan sendiri untuk membuat penjaringan calon dan membuka pendaftaran.

Mekanisme tersebut dijalankan tanpa koordinasi dan komunikasi pengusung lainnya, seperti partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kepri, Apri Sujadi, pada Minggu (22/5/2016) lalu, mengatakan bahwa penjaringan dan pendaftaran itu dilakukan terlebih dahulu di dalam partai Demokrat.

Hasil pendaftaran tersebut, baru akan dikomunikasikan dengan partai-partai koalisi lainnya.
Apri juga memberikan kesempatan kepada partai-partai koalisi untuk membuat penjaringan dan membuka pendaftaran sendiri.

"Ini hanyalah tahap awal di internal Demorat. Namun, keputusannya tidak hanya diambil oleh Demokrat tetapi juga partai-partai pengusung lainnya. Nanti sebelum diproses baru kami akan berkonsultasi dengan partai-partai pengusung lainnya. Kami juga memberikan kesempatan kepada partai-partai pengusung lainnya untuk membuat penjaringan dan pendaftaran," ungkap Apri saat mendampingi sekretaris jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, kala itu.

Namun, langkah partai Demokrat itu tidak disetujui oleh partai-partai koalisi lainnya.
Pemimpin partai koalisi itu lalu sepakat untuk mengusung Sarafuddin Aluan dan Imam Setiawan sebagai calon gubernur Kepri.

Partai-partai koalisi ini bahkan sama sekali tidak membuat penjaringan dan membuka pendaftaran lagi.

"Partai Demokrat sudah mengambil langkahnya. Nah, kami juga mengambil sikap kami sendiri. Kawan-kawan yang berada di Gerindra, PKB, NasDem dan PPP sudah sepakat mengusung saya dan Pak Imam. Kami tidak perlu lagi membuat penjaringan dan membuka pendaftaran. Kami sudah sampai pada tahap ini. Karena itu, kami tidak mau lagi membuat penjaringan dam membuat pendaftaran bagi calon-calon lain termasuk calon dari partai Demokrat," ungkap Aluan kepada Tribun, Selasa (24/5/2016) pagi.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help