Ratusan Pemilik Perusahaan Internet se-Indonesia Kumpul di Batam, Ini yang Mereka Lakukan

Penggunaan IPv6 menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Open Policy Meeting (OPM) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJJI.

Ratusan Pemilik Perusahaan Internet se-Indonesia Kumpul di Batam, Ini yang Mereka Lakukan
tribunnews batam/dewi haryati
Penandatanganan MoU antara APJII yang diwakili Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, di Swiss Belhotel Harbour Bay, Batam, Senin (30/5/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Penggunaan IPv6 menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Open Policy Meeting (OPM) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Acara berlangsung di Swiss Belhotel Harbour Bay, Batam, Senin (30/5/2016).

Dalam kegiatan itu sedikitnya 145 perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang Internet Service Provider (ISP), mengirimkan utusan.

Ketua Pengurus Wilayah APJII Kepulauan Riau, Mangara P Peranginangin dalam konfrensi persnya mengatakan, IPv6 dalam sebuah IP address internet diibaratkan seperti nomor handphone.

Dimana saat ini untuk Indonesia memang memerlukan penomoran baru untuk menggantikan IPv4 yang hampir habis penomorannya.

Target besar penggunaan IPv6 ini, tidak lain untuk peningkatan traffic internet di Indonesia.

"Sebenarnya IPv6 ini sudah lama dikenal di Indonesia. Dia seperti nomor hp yang lebih panjang. Kalau IPv4 misalkan punya delapan digit, IPv6 punya 10 digit," kata Mangara.

Dalam kegiatan OPM dan Rakernas APJII ini, turut dihadiri Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, Sekjen APJII, Henri Kasyfi Soemartono dan beberapa tamu penting lainnya. Kegiatan dibuka dengan penandatanganan MoU antara APJII yang diwakili Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, dengan beberapa pihak sponsor. Seperti FiberStar, XL, Biznet, Aruba dan Moratelindo. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help