Ini yang Harus Dilakukan Lulusan SMA Jika Ingin Menjadi Manager

“Selembar ijazah sarjana itu hanyalah selembar kertas. Nilai intrinsiknya tak jauh berbeda dengan selembar tisu toilet."

Ini yang Harus Dilakukan Lulusan SMA Jika Ingin Menjadi Manager
tribunnews batam/elizagusmeri
Ilustrasi pelatihan. 

Oleh: Hasanudin Abdurakhman

“Selembar ijazah sarjana itu hanyalah selembar kertas. Nilai intrinsiknya tak jauh berbeda dengan selembar tisu toilet. Kalau tidak disertai dengan skill pemegangnya, maka nilai ijazah itu tak jauh berbeda dengan selembar tisu toilet.”

Ada banyak karyawan perusahaan lulusan SMA yang kuliah lagi. Kuliah malam, kuliah akhir pekan. Kebanyakan kuliah di perguruan tinggi swasta. Ada perguruan tinggi yang bagus, tapi tidak sedikit pula yang abal-abal.

Kalau ditanya, kenapa mau repot-repot kuliah, jawabannya adalah untuk mendapatkan ijazah atau kualifikasi sarjana.

Di antara yang kuliah itu sebenarnya banyak yang sudah mumpuni, memiliki skill dan keahlian setara, bahkan melebihi sarjana.

Sayangnya mereka berada dalam suatu sistem diskriminatif, di mana ada hukum yang menetapkan hanya sarjana yang boleh jadi manager. Jadi mereka harus kuliah demi memenuhi tuntutan sistem tadi.

Nah, ada pula yang latah. Mereka mengira ijazah sarjana adalah kertas magis yang bisa mengubah segalanya. Mereka tidak punya skill memadai. Kuliah asal-asalan di perguruan tinggi abal-abal, berharap dengan gelar sarjana nanti karirnya akan melesat.

Bagi saya sistem yang menetapkan syarat kesarjanaan untuk jabatan tertentu adalah sistem yang konyol, khususnya di dunia bisnis.

Kita sudah sering menemukan pengusaha sukses, dengan pendidikan setara SMA. Tapi itu kan pengusaha, bukan karyawan. Lho, kalau pengusaha kenapa? Apakah pengusaha itu bukan seorang manager, dan tidak memerlukan skill seperti manager?

Seorang pengusaha sukses tentu memiliki keterampilan dan keahlian yang melebihi kemampuan seorang manager. Artinya orang bisa saja meraih semua itu tanpa harus jadi sarjana.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help