Tekan Aksi Kejahatan Laut di Wilayah Anambas, Lanal Tarempa 'Sebar' Nomor Ponselnya ke Nelayan

Jadi, kawan-kawan yang di Letung dan Kuala Maras, untuk tidak perlu sungkan dalam berbagi informasi.

Tekan Aksi Kejahatan Laut di Wilayah Anambas, Lanal Tarempa 'Sebar' Nomor Ponselnya ke Nelayan
Tribun Batam/ Septyan Mulia Rohman
Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Ronald Rarun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM , ANAMBAS - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan masyarakat.

Harapan agar adanya kapal pengangkut ikan khusus dari Anambas ke luar Anambas, menjadi salahsatu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Beberapa pengumpul ikan hasil tangkapan nelayan, diketahui masih ada yang menggunakan jasa kapal kargo untuk barang, kapal ferry hingga kapal Pelni untuk mengirimkan ikan.

Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Ronald Rarun pun, mengajak kepada masyarakat nelayan khususnya kepada pengusaha untuk perlahan bisa merubah kebiasaan sesuai dengan Undang-Undang.

"Kedepan, mari mulai dan mari merubah pola yang dulu yang ada. Teman-teman pengusaha kargo mari bicarakan dengan syahbandar, agar barang yang belum masuk manifest, sehingga yang punya barang yakin barang sampai di tempat," ujarnya Jumat (3/6/2016).

Pihaknya pun memahami kendala serta keterbatasan yang ada di Anambas, termasuk mengenai alasan para pengumpul mengirimkan ikan ke Tanjungpinang, Bintan dan Batam dengan menggunakan alternatif kapal tersebut.

Hal ini pun yang diakuinya juga terjadi pada beberapa daerah tempat ia bertugas sebelumnya, seperti di Aceh.

Tidak dipungkiri, kejadian pemeriksaan kapal kargo Anambas di Tanjungpinang pun, diakui pernah dua kali terjadi.

"Kami memahami keterbatasan itu. Selama di Anambas tidak ada masalah. Namun jangan sampai ‎jangan sampai maksudnya menolong, tapi malah menjadi kendala. Di luar sana mereka juga bergerak sesuai dengan aturan Undang-Undang," terangnya.

Ronald pun kembali meminta peran aktif masyarakat dalam melaporkan informasi. Dalam pertemuan itu pun, pihaknya kembali memberikan nomor aktif penjagaan dan nomor perwira yang aktif selama 24 jam.

"Termasuk aksi ilegal. Kami berinisiatif, dari Lanal membuka mata dan telinga untuk membuka nomor telepon. Jadi, kawan-kawan yang di Letung dan Kuala Maras, untuk tidak perlu sungkan dalam berbagi informasi. Tidak kami pungkiri, kekurangan kami sangat banyak. Keberadaan kami juga punya keterbatasan," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help