Permintaan Kredit Melambat, Bunga Deposito akan Makin Rendah

Permintaan kredit yang sepi membuat bank leluasa menurunkan bunga deposito untuk mengurangi beban bunga.

Permintaan Kredit Melambat, Bunga Deposito akan Makin Rendah
TRIBUNNNEWS BATAM / ANNE MARIA
Suasana pelajar saat di bersama Bank Mandiri

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Angin segar menyambangi perbankan tanah air. Ibarat dua sisi mata uang, permintaan kredit yang sepi membuat bank leluasa menurunkan bunga deposito untuk mengurangi beban bunga.

Proyeksi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan berpeluang kembali memangkas suku bunga deposito.

Sebab, likuiditas bank melonggar di tengah perlambatan permintaan kredit.

Faktor lain, bank mendapat berkah likuiditas dari efek perluasan definisi deposito, dari loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to funding ratio (LFR).

Doddy Ariefianto, Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan LPS, menuturkan, ruang untuk menggunting bunga deposito ke depan sekitar 20 basis poin (bps) hingga 25 bps untuk bunga pasaran.

Sementara bank berpotensi memangkas bunga deposito spesial (special rate) sebesar 25 bps–30 bps.

"Besaran penurunan bunga simpanan ini terjadi di semester II 2016,” kata Doddy akhir pekan.

LPS mencatat, suku bunga deposito rupiah untuk bunga spesial sebesar 7,62 persen per Juni 2016.

Sedangkan bunga deposito umum bergerak di kisaran 5,52 persen hingga 6,57 persen.

Lalu, bunga deposito valuta asing (valas) untuk bunga spesial sebesar 0,62 persen, bunga deposito minimal 0,28 persen, dan bunga deposito pasar 0,45 persen.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved