Dana Tunda Salur ke Kabupaten Kota Akan Dianggarkan pada APBD Perubahan 2016

Akumulasi tunda salur dan defisit anggaran tersebut mengakibatkan Pemprov Kepri kesulitan mengelola APBD untuk tahun berjalan

Dana Tunda Salur ke Kabupaten Kota Akan Dianggarkan pada APBD Perubahan 2016
Tribun Batam
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Kepri, Naharuddin setelah menjalani pemeriksaan di Polres Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri masih menghantui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri pada tahun anggaran 2016 ini.

Ketika tunda salur anggaran ke kabupaten/kota selama tiga tahun terakhir belum bisa dilunasi, Pemprov Kepri kini kembali dihadapkan lagi dengan defisit anggaran akibat pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat.

Akumulasi tunda salur dan defisit anggaran tersebut mengakibatkan Pemprov Kepri kesulitan mengelola APBD untuk tahun berjalan.

"Terkait tunda salur anggaran ke kabupaten/kota, saya sudah meminta arahan dari Pak Gubernur Kepri (H Nurdin Basirun, red).

Beliau memberikan arahan kepada kami bahwa semua tunda salur sejal 2014, 2015 dan 2016 akan dianggarkan pada APBD Kepri Perubahan 2016 ini," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri, Naharuddin, Senin (20/6/2016).

Menurut Naharuddin, untuk mengatasi permasalahan tunda salur itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepri menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Reni Yusneli.

Namun, sebelum Rakor tersebut digelar, Bappeda Kepri sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri untuk menghitung berapa jumlah anggaran tunda salur selama tiga tahun terakhir yang harus dibayar oleh Pemprov Kepri kepada Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemko).

"Dalam APBD Kepri Perubahan 2016, ada anggaran yang dialokasi untuk melunasi tunda salur itu. Namun, berapa tunda salur itu akhirnya dihitung lagi.
Setelah dihitung baru diketahui bahwa tunda salur itu berjumlah Rp 115 miliar," jelas Naharuddin.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved