Tim Anggaran Belum Temukan Solusi Terkait Defisit Anggaran yang Terjadi Pemprov Kepri

Rapat digelar di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (20/6/2016) sore dan dipimpin langsung Plt Sekdaprov Kepri

Tim Anggaran Belum Temukan Solusi Terkait Defisit Anggaran yang Terjadi Pemprov Kepri
Istimewa
Ilustrasi Pemotongan Anggaran dalam dugaan korupsi dana Bansos 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kondisi keuangan Pemprov Kepri yang berstatus darurat memaksa tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menggelar rapat koordinasi.

Rapat digelar di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (20/6/2016) sore dan dipimpin langsung pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Pemprov) Kepri, Reni Yusneli.

Dalam rapat itu, TAPD belum bisa mengambil kebijakan untuk mengatasi kondisi keuangan Pemprov Kepri yang sedang goyang itu. Rapat akan digelar lagi Jumat (24/6/2016) mendatang.

"Kami baru menggelar rapat terbatas dan hasil rapat belum bisa dipublikasikan. Mungkin pada Jumat, kami akan menggelar rapat lagi," ungkap Reni kepada Tribun, Selasa (21/6) malam.

Reni menjelaskan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kepri 2016 memang mengalami defisit.

Untuk menutupi defisit APBD itu, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kepri diarahkan untuk merasionalisasikan dan mengefisiensikan program-program kegiataan demi menghemat anggaran.

Rasionalisasi dan efisiensi itu dilakukan sejak awal 2016. Namun, setelah program-program kegiatan dan anggaran tersebut dirasionalisasikan dan diefisiensikan, ternyata Pemprov Kepri masih mengalami defisit anggaran.

"Karena itu, kebijakan yang mungkin akan diambil adalah Pemprov Kepri akan merasionalisasi program-program kegiatan dan anggarannya," ujar Plt Sekdaprov Kepri itu.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 22 Juni 2016

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved