Lima Perda Ini Sudah Dibatalkan Pusat tapi Kata Kepala Bapperda Batam Kelimanya Tetap Dijalankan

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membatalkan 28 Perda di Kepri, lima diantaranya milik Pemko Batam.

Lima Perda Ini Sudah Dibatalkan Pusat tapi Kata Kepala Bapperda Batam Kelimanya Tetap Dijalankan
Istimewa
Perda di Kepri yang dicabut oleh Kemendagri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membatalkan 28 Perda di Kepri.

Dari total tersebut, lima diantaranya merupakan Perda Pemko Batam, yaitu Perda Permberian Surat izin Usaha Perdagangan Kota Batam, Perda Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan tertentu.

Lalu, Perda Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Batam, Perda Izin Mendirikan Bangunan dan Perda Retribusi Pengendaian Menara Telekomunikasi.

Menurut Kepala Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Kota Batam, Idawati Nursanti, meski dibatalkan, Perda tersebut tetap harus dilaksanakan.

Hal itu mengingat sampai saat ini pemerintah pusat belum juga memberikan surat secara resmi mengenai pembatalan tersebut.

"Saya sudah bicara tadi dengan Kabag Hukum Pemko Batam. Tetap akan dilaksanakan lima Perda ini, karena dari Pemko Batam menyebutkan belum ada surat resmi dari pusat untuk Pemprov dan Pemko Batam. Harusnya kan disurati dulu dari provinsi. Kalau cuma pakai katanya-katanya nggak bisa diterapkan dong, harus ada dasar hukumnya," tutur Idawati.

Idawati menjelaskan, sampai saat ini belum jelas juga apa saja yang menjadi permasalahan, maka beberapa perda tersebut dibatalkan.

‎ Sedangkan untuk satu Perda memang sudah ada yang direvisi.

"Secara administrasi negara tidak betul, kan harusnya ada surat dulu. Tapi ini juga kami belum tahu betul apa saja masalahnya kenapa bisa dibatalkan. Kecuali perda‎ retribusi pengendalian menara telekomunikasi itu sudah kita revisi memang. Kan baru saja itu kita sahkan yang baru. Memang ada pertentangan saat itu kondisi dengan perda yang dibuat. Ada permasalahan perhitungan, makanya kita perbaiki perdanya," tutur Idawati.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help