Warga Penuin Keluhkan 'Ceceran' Tanah Hasil Cut and Fill

malam tak bisa tidur, siang jalan berdebu dan jorok sama tanah. Kami tidak tahu tanah itu mau dibawa kemana,

Warga Penuin Keluhkan 'Ceceran' Tanah Hasil Cut and Fill
Tribun Batam/Anne Maria
Kondisi ruas jalan yang dilalui truk-truk pengangkut tanah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Komisi I DPRD Kota Batam meminta Pemerintah Daerah, baik Pemko Batam maupun BP Batam untuk menertibkan proses ‎cut and fill.

Tidak hanya di Batam Centre, proses cut and fill, serta pemindahan tanah-tanah Bekas pemotongan bukit tersebut, juga ikut terjadi di kawasan Penuin, yang dekat dengan pusat kota Jodoh Nagoya.

Hasilnya, para warga di seputaran Penuin, tepatnya sepanjang kawasan ruko Morning Bakery sampai perumahan Permata Baloi mengeluhkan ceceran tanah di jalan.

"Konstituen kami semuanya melapor, malam tak bisa tidur, siang jalan berdebu dan jorok sama tanah. Kami tidak tahu tanah itu mau dibawa kemana, tapi diambil dari lahan dekat masjid jabal arafah itu, dan lewat dari penuin," ujar Lik Khai di Batam Centre.

Menurut laporan warga, truk-truk tersebut mulai bekerja lepas pukul 22.00 wib, sampai subuh. Sehingga mengganggu ketenangan warga sekitar.

"Pemerintah kita lihat, tapi tinggal diam saja. Sementara kondisi jalan sudah berdebu, di sana sudah jalanannya tidak teratur karena ada kaki lima, parkir bersembarang. Sekarang tambah lagi debu. Tinggal tunggu saja jalan ikut berlubang lagi," tuturnya.

‎Ia mengatakan tidak mengetahui apakah sudah ada izin cut and fill yang diberikan pemerintah kepada pengusaha pemilik truk-truk tersebut.

Namun demikian ia berharap agar proses cut and fill dilaksanakan sesuai aturan.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved