Indonesia Obral Visa Kunjungan bagi Turis Asing. Kini Masa Berlakunya Diperpanjang jadi Lima Tahun

Pemerintah terus mengobral visa kunjungan ke Indonesia bagi turis dan warga negara asing.

Indonesia Obral Visa Kunjungan bagi Turis Asing. Kini Masa Berlakunya Diperpanjang jadi Lima Tahun
Tribun Manado/Ferdinand Ranti
Seorang bule menikmati gerhana matahari sebagian di Pantai Firdaus, Minahasa Utara, Rabu (9/3/2016), lewat kamera kardus yang ia buat bersama teman-temannya. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah terus mengobral visa kunjungan ke Indonesia bagi turis dan warga negara asing.

Kini, pemerintah kembali melonggarkan batas waktu visa kunjungan.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2016 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam beleid yang diteken Presiden Joko Widodo pada 27 Juni 2016 ini, pemerintah merevisi beberapa poin penting. Di antaranya, pemerintah memperpanjang masa berlaku visa kunjungan untuk beberapa kali perjalanan.

Dalam beleid sebelumnya, masa berlaku visa kunjungan sama seperti visa diplomatik dan visa dinas untuk beberapa kali perjalanan, yakni selama 12 bulan terhitung sejak tanggal diterbitkan.

Dalam aturan baru ini, pemerintah memperpanjang hingga lima tahun.

"Visa kunjungan untuk beberapa kali perjalanan berlaku selama lima tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan," begitu bunyi pasal 111 ayat 2 beleid yang diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona Laoly, seperti dikutip KONTAN, kemarin.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Heru Santoso Ananta Yudha menjelaskan, usul revisi beleid ini bukan berasal dari Ditjen Imigrasi.

Menurutnya, latar belakang revisi beleid ini berangkat dari para diaspora atau mantan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

"Perpanjangan ini aspirasi dari diaspora, untuk memberikan kemudahan bagi eks WNI yang berkunjung ke Indonesia," ungkapnya, kepada KONTAN kemarin.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help