Nelayan Terombang Ambing di Selat Malaka

"Kami Harus Terus Waspada dengan Hiu yang Datang, Darah dari Tangan Budi Bikin Mereka Mendekat"

Empat nelayan asal Belawan yang terombang-ambing di Selat Malaka terpisah setelah kapal terhempas ombak besar dan terbalik.

tribunnews batam/istimewa
Proses penyelamatan Afrizal oleh awak kapal asing MV Oceana Outback di perairan Selat Malaka. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Empat nelayan asal Belawan yang terombang-ambing di Selat Malaka terpisah setelah kapal terhempas ombak besar dan terbalik.

Afrizal, nelayan yang ditemukan masih hidup menceritakan, dirinya bersama Budi, Sulik dan Wahyu berusaha menyelamatkan diri secara terpisah dengan menggunakan dua box fiber tempat penyimpanan ikan.

Afrizal menaiki fiber bersama Budi sementara Sulik bersama Wahyu.

Mereka terpisah dibawa arus air yang cukup kencang pada saat itu.

Berdua di atas box kecil, Afrizal dan Budi terus mendayung dan meminta pertolongan kepada setiap kapal yang melintas.

Namun sayang, tidak ada satupun kapal yang melihat keberadaan dua orang yang sedang terombang-ambing di tengah laut tersebut.

Hal yang paling melelahkan saat menyelamatkan diri, kata Afrizal, dia dan Budi harus waspada melihat hiu yang tiba-tiba saja bisa datang dan menyantap mereka.

Apalagi ketika itu tangan Budi selalu mengeluarkan darah lantaran terkena kaca saat berusaha memecahkan jendela kapal saat mereka terperangkap di kapal yang dihempas ombak.

"Padahal tangan Budi sudah ditutup pakai lakban supaya darahnya tidak keluar. Tetapi tetap saja keluar terus. Sementara saya sudah melihat hiu berkeliaran di laut lepas. Dia mencium bau darah yang keluar dari tangan Budi,"kata Afrizal saat ditemui Tribun Batam di RSBK, Batam, Kamis (21/7/2016). (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved