Di Solo Ada Kuliner Khas Nasi Tumpang, Lauknya Tempe Busuk yang Dimasak Gurih dan Pedas

Jangan bayangkan tempe yang digunakan telah dikerubungi belatung atau sudah tak layak makan tapi tempe yang berumur dua hari setelah dibuat.

Di Solo Ada Kuliner Khas Nasi Tumpang, Lauknya Tempe Busuk yang Dimasak Gurih dan Pedas
KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO
Penjual nasi tumpang, Harini (62) menyajikan nasi tumpang di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2016). Nasi tumpang merupakan kombinasi olahan tempe busuk, tahu, dan daun bayam rebus. Di DIY, nasi tumpang tak terlalu populer. Tempe di nasi tumpang dimasak dengan cara dihaluskan lalu dicampur dengan aneka bunbu seperti bawang putih, daun salam, serai, bumbu kencur, dan daun jeruk. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA - Wisata kuliner di Solo tak hanya tengkleng, nasi liwet, atau selat.

Coba kuliner unik murah meriah berbahan tempe busuk yang memikat selera di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo yakni Nasi Tumpang.

Jangan bayangkan tempe yang digunakan telah dikerubungi belatung atau sudah tak layak makan.

Tempe busuk yang digunakan adalah tempe yang berumur dua hari setelah dibuat. Nasi tumpang disajikan dengan tambahan tahu putih dan daun bayam rebus. Nah, tempe yang telah diolah disiramkan di atas daun bayam serta tahu rebus.

KompasTravel sempat mencicipi kuliner nasi tumpang di Warung Bu Harini. Tempe yang digunakan sama sekali tak berasa asam dan bau layaknya tempe busuk.

Rasa yang muncul justru rasa gurih dari tempe dan diselingi rasa pedas.

Daun bayam melengkapi sajian kuliner khas Solo yang banyak dimakan oleh masyarakat pinggiran ini.

Penjual nasi tumpang di Pasar Gede, Harini (62) mengatakan, tempe yang digunakan untuk sajian nasi tumpang yang ia jual berumur dua hari atau satu hari setelah dijual di pasar.

Ia menyebut, saat ini selera konsumen telah berubah. "Kalau yang sudah empat hari kan baunya udah gak enak, semangit gitu. Sekarang kan ada yang mau ada yang enggak buat tempe yang gitu. Jadi pake yang gak terlalu lama," kata Harini kepada KompasTravel di Pasar Gede, Solo, Jumat (22/7/2016).

Ia menjelaskan, pada awalnya resep yang digunakan sejak dulu adalah tempe yang telah busuk terhitung setelah tiga hari. Namun, seiring perkembangan zaman, Hartini menyesuaikan resep yang telah ia jual.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help