Komplotan Pencuri Helm dan Motor Dibekuk, BB Disimpan di Semak Lapangan Welcome to Batam

Polsek Batam Kota membekuk komplotan pencuri motor yang biasa melancarkan aksinya di seputaran Batam Kota.

Komplotan Pencuri Helm dan Motor Dibekuk, BB Disimpan di Semak Lapangan Welcome to Batam
tribunnews batam/eko setiawan
Eko Tolur (paling tinggi baju abu-abu), mantan pembalap nasional dari Batam bersama rekan-rekannya terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yakni menjambret di jalan Mega Legenda Batam centre, Selasa (19/7/2016) lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Polsek Batam Kota membekuk komplotan pencuri motor yang biasa melancarkan aksinya di seputaran Batam Kota.

Setidaknya ada lima orang yang ditahan dengan kasus berbeda-beda dan delapan TKP berbeda.

Menurut Kapolsek Batam Kota, Kompol Arwin‎, penangkapan lima orang tersebut bermula dari tertangkapnya Edi Sibarani, spesialis pencuri helm di alun-alun Engku Putri.

Dari sana, Intel Polsek Batam Kota pun mengembangkan penyelidikan dan berhasil meringkus Deni, pencuri motor di ‎lokasi yang sama.

"Petugas curiga melihat dia (Edi) terus mondar-mandir di sana. Terus terlihat dia mengeluarkan cutter untuk memotong helm. Itu kejadiannya tanggal 17 Juli kemarin," ujar Arwin saat ekspos perkara di Mapolsek Batam Kota, Senin (25/7/2016).

Satu persatu helm curian sebagai barang bukti (BB) itu pun disembunyikan lebih dulu oleh Edi di semak-semak dekat lapangan Welcome to Batam.

Kemudian, ketika ia akan mengambil semua helm tersebut, petugas pun langsung membekuknya.

"Dari tangkap tangan itu, kita kembangkan lagi. Baru ditemukan pencurian motor subuh-subuh oleh tersangka Deni. Dari Deni kita dapatkan lagi temannya Eko Jumanto (mantan pembalap nasional asal Batam yang jadi penjambret). Baru kemudian penadahnya Hasan Mansur yang juga pelaku curanmor," tutur Arwin.

Penangkapan Hasan sendiri terjadi saat dipancing untuk melakukan transaksi di belakang Universitas Poltek.

Selain pelaku curanmor, Polsek Batam Kota juga mengamankan satu pelaku curat bernama Rizky (21).

"Kebetulan dalam mobil itu hanya ada uang Rp 40 ribu. Jadi nggak ada barang berharga lain. Pengakuannya baru sekali itu begitu," ucap dia. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved