Kejati Bidik Lagi Korupsi Setengah Triliun di Anambas

Dari informasi yang berhasil dihimpun, penyidik mendalami sejumlah proyek, mulai dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) dan deposito

Kejati Bidik Lagi Korupsi Setengah Triliun di Anambas
tribun/septianmuliarohman
Sarana dan prasarana air minum (SPAM) di Anambas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Berbagai kasus dugaan korupsi terus saja berdengung dari Kabupaten Kepulauan Anambas.

Belum lagi usai pengungkapan kasus dugaan tipikor mess dan asrama Pemda Anambas di Tanjungpinang, yang menyeret mantan Sekda Anambas Radja Tjelak Nur Djalal serta Zulfahmi. Kini, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri kabarnya membidik kasus korupsi lain di Anambas.

Tak tanggung-tanggung, nilai kerugian negara yang sedang didalami oleh penyidik korps Adhyaksa ini pun terbilang fantastis, mencapai Rp 500 miliar. Kabar ini pun, menjadi trending topic di Tarempa, termasuk menjadi pembicaraan di DPRD Anambas.

Warga pun juga mulai membicarakannya di warunf-warung kopi, "Benar tidak itu, Bang? Kalau benar, berarti bertambah lagi kasus di Anambas. Prihatin betul kita," ujar Iwan, warga Anambas Selasa (26/6/2016).

Dari informasi yang beredar, kasus yang sedang didalami penyidik itu bahkan kembali melibatkan oknum pejabat dan mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas pun akan diperiksa dalam kasus ini. Dari informasi yang berhasil dihimpun, penyidik mendalami sejumlah proyek, mulai dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) dengan anggaran mencapai Rp 28 miliar serta deposito berjangka.

Tim dari Kejati Kepri bahkan pernah turun dan mengumpulkan sejumlah berkas di Pemkab Anambas pada masa pemerintahan Tengku Mukhtaruddin. Sebuah sumber di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri kepada media mengakui adanya dugaan tersebut.
Sumber yang juga seorang penyidik kejaksaan itu mengatakan, pihaknya bahkan telah mengirimkan surat panggilan kepada mantan Bupati Anambas untuk dimintai keterangan. Sayangnya, yang bersangkutan berhalangan hadir memenuhi panggilan pertama. "Sudah kami layangkan surat," ujarnya singkat.

Tidak hanya membidik mantan Bupati Anambas, pihaknya juga berencana akan memanggil sejumlah pejabat aktif untuk dimintai keterangan. Sejumlah pejabat tersebut diantaranya Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, serta Zulfahmi yang saat ini ditahan di Rutan Kelas I Tanjungpinang dalam kasus berbeda.

"Mereka yang akan dipanggil ini karena dinilai mengetahui aliran dana ini," ungkap penyidik tersebut. Namun ia enggan berkomentar lebih jauh mengenai kasus yang tengah didalami.

Sementara Plt Sekda Anambas, Sahtiar, ketika dikonfirmasi, mengaku belum menerima surat panggilan dari kejaksaan tersebut. "Tidak ada. Saat ini saya ada di Jakarta dalam perjalanan ke Batam untuk menghadiri rapat," terangnya.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help